Perbatasan Jalan Kabupaten Kota Besi-Baamang Terdapat Danau 2 Meter, Benarkah?

Sampit, gerbangdesa.com – Akses jalan satu-satunya dari Desa Tinduk, Kecamatan Baamang menuju ke Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), kondisinya sangat memprihatinkan.

Kerusakan jalan perbatasan antara dua kecamatan itu diperkirakan panjangnya 3000 meter. Bahkan, jalan kabupaten itu acapkali digunakan para pelajar untuk menuju ke sekolah dan kini telah berubah menjadi danau dengan lebar antara 1 meter hingga 2 meter.

Kepala Desa Tinduk Kasmudin mengatakan, usulan untuk peningkatan jalan kabupaten hampir setiap tahun diajukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan.

“Sudah kami usulkan setiap tahun, tapi tidak ada tanggapan dari pemangku kepentingan,” ucap Kasmudin kepada wartawan media siber gerbang desa saat berada di jalan perbatasan, Kamis 2 Pebruari 2023.

Usulan tidak hanya melalui Musrenbang desa, kecamatan bahkan kabupaten, bahkan, kata dia, ke perwakilan rakyat terutama melalui daerah pemilihan (Dapil) II Baamang-Seranau.

“Upaya kami untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat terutama kalangan pelajar, sepertinya belum menyentuh kalbu, buktinya, sudah tujuh tahun belum ada respon,” keluh Kasmudin yang sudah 2 periode menjabat Kepala Desa Tinduk ini.

Dia menegaskan, selama tujuh tahun jalan kabupaten itu hanya di agregat dan belum benar-benar tersentuh untuk peningkatan jalan semenisasi maupun pengaspalan.

“Kondisi jalan kabupaten saat ini sudah berubah menjadi danau ketika musim penghujan, bisa dilihat sendiri berapa lebarnya danau tersebut, ada yang satu meter bahkan sampai dua meter,” katanya sambil mengelus dada.

Salah seorang pelajar mengungkapkan, ada temannya ketika melintas di jalan kabupaten perbatasan antara Kota Besi dengan Baamang tercebur ke danau karena menabrak lubang.

“Iya om, ada teman saya terjatuh di tengah jalan yang dipenuhi air bekas hujan, terpaksa temannya saya itu tidak jadi turun ke sekolah karena seragamnya kotor,” ceritanya.

Sementara itu, salah seorang petani Desa Tinduk Sodikin mengeluh, akses jalan rusak parah yang belum tersentuh peningkatan jalan itu telah menghambat angkutan hasil pertanian selama ini

“Sekarang ini, jangankan truk masuk, pikap saja harus pikir 24 kali karena medannya sulit untuk dilewati. Kami para petani berharap ada perhatian bapak bupati mengenai jalan kabupaten ini,” harapnnya. (fin/fin)

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post