Keindahan Terowongan Nur Mentaya Tercoreng Aksi Vandalisme, Dishub Kotim Angkat Bicara

GERBANGDESA.COM, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyayangkan aksi vandalisme yang merusak keindahan kawasan Terowongan Nur Mentaya di Sampit. Sejumlah fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan berbagai ornamen pada tiang lampu hias dalam kondisi rusak saat melakukan pengecekan di sepanjang Jalan Tjilik Riwut. Beberapa ornamen khas seperti telabang dan hiasan lainnya diketahui sengaja dipecah maupun dilepas, sehingga mengurangi estetika kawasan yang selama ini menjadi ikon kota.

Tak hanya itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya tindakan sabotase pada perangkat PJU. Salah satu komponen penting berupa kontaktor ditemukan dirusak dengan cara diganjal, menyebabkan lampu tetap menyala sepanjang hari. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengganggu fungsi sistem penerangan yang seharusnya bekerja otomatis.

Raihansyah menegaskan bahwa keberadaan PJU bukan semata untuk memperindah kota, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan pada malam hari. Penerangan yang optimal dapat membantu mencegah kecelakaan maupun tindak kriminalitas. Ia pun mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Terowongan Nur Mentaya sendiri diresmikan pada 10 Desember 2022 oleh Bupati Kotim, Halikinnor, dan sejak itu menjadi ikon baru daerah. Dengan 172 tiang lampu hias yang membentang sepanjang tiga kilometer, kawasan ini menghadirkan efek visual menyerupai terowongan cahaya yang memikat, terutama pada malam hari. Nama “Nur” yang berarti cahaya dipadukan dengan “Mentaya” sebagai semboyan daerah, mencerminkan identitas Kotawaringin Timur.

Kini, kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, terutama saat akhir pekan. Ramainya kunjungan bahkan kerap memicu kepadatan lalu lintas. Pemerintah daerah berharap keberadaan Terowongan Nur Mentaya dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata, sehingga keberlanjutannya perlu dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.(*/d)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post