Harga Jual Kelapa Anjlok, Eddy Desak Pemkab Kotim Segera Bertindak

GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Eddy Mashamy, menyuarakan keprihatinannya terhadap anjloknya harga kelapa dalam yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah hilir Kotim.

Menurutnya, persoalan tersebut sangat krusial karena menyentuh langsung kehidupan ekonomi ribuan petani yang selama ini menggantungkan pendapatan dari komoditas kelapa.

“Sebagai wakil rakyat, hati saya sangat teriris membaca dan mendengar langsung kondisi para petani kelapa di wilayah hilir Kotim. Penurunan harga kelapa dalam dari Rp5.700 menjadi Rp1.800 per butir, bahkan menyisakan sekitar Rp900 untuk petani, adalah tragedi ekonomi mikro yang tidak boleh kita biarkan berlarut-larut,” tegas Eddy, Kamis (12/6/2026).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotim itu menegaskan bahwa kelapa dalam bukan sekadar komoditas perdagangan bagi masyarakat Samuda, Mentaya Hilir Selatan, dan sekitarnya.

Menurutnya, kelapa merupakan warisan turun-temurun, identitas daerah, sekaligus urat nadi kehidupan masyarakat pesisir.

Karena itu, mantan Camat Pulau Hanaut itu menilai fenomena petani yang mulai menebang pohon kelapa dan beralih ke perkebunan sawit menjadi sinyal bahaya yang harus segera mendapat perhatian pemerintah.

“Ketika petani terpaksa meninggalkan kebun kelapa karena frustrasi atas minimnya solusi, ini merupakan alarm keras bagi Pemkab Kotim. Kita sedang kehilangan salah satu potensi lokal terbaik yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.

Politisi PAN tersebut menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut.

Ia menilai diperlukan langkah konkret untuk menyelamatkan pendapatan petani, menekan biaya logistik, serta membenahi tata niaga kelapa yang dinilai belum berpihak kepada petani.

“Kita membutuhkan intervensi nyata, bukan sekadar janji atau simpati. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh petani,” katanya.

Eddy juga mendesak Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian untuk segera turun ke lapangan guna menginvestigasi penyebab anjloknya harga kelapa.

“Pemerintah perlu memastikan apakah penurunan harga ini dipengaruhi permainan tengkulak atau memang akibat rantai pasok yang terlalu panjang. Langkah cepat sangat dibutuhkan agar petani tidak terus menjadi pihak yang paling dirugikan,” pungkasnya. (fin/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post