GERBANGDESA.COM, Sampit – Modus penyelundupan dan distribusi rokok ilegal di wilayah kerja Bea Cukai Sampit terus mengalami perubahan.
Jika sebelumnya jalur darat dengan memanfaatkan jasa ekspedisi menjadi pola yang paling sering ditemukan, kini para pelaku mulai beralih menggunakan kendaraan blind van (boks tertutup) untuk menghindari pengawasan petugas.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Bea Cukai Sampit, Agus Dwi Setia Kuncoro, saat jumpa pers usai kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pajak Rokok Semester I Kabupaten Kotim, Seruyan dan Katingan di Lantai III Gedung Bea Cukai Sampit, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, intensitas penindakan terhadap pengiriman melalui jasa ekspedisi dalam dua tahun terakhir membuat pelaku mengubah strategi distribusi.
“Dulu yang sering kita temukan melalui jalur darat dengan jasa ekspedisi. Karena dua tahun terakhir sering kita tindak, sekarang modusnya bergeser menggunakan blind van. Untuk mengungkapnya, kami mengandalkan informasi masyarakat dan data pengawasan, termasuk CCTV,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, Bea Cukai juga mendorong kerja sama lebih erat dengan pemerintah daerah untuk memetakan rantai distribusi rokok ilegal.
Berdasarkan hasil pengawasan, sebagian besar pedagang hanya menerima kiriman dalam jumlah kecil, seperti tiga hingga lima slop, yang kemudian kembali dipasok ketika stok habis.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya jaringan pemasok yang masih perlu ditelusuri.
“Yang menjadi perhatian kami adalah siapa yang menyuplai rokok-rokok itu. Karena itu kami mengajak pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, TNI, dan seluruh aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan bersama,” tegasnya.
Agus juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran rokok ilegal di lingkungannya.
Laporan dapat disampaikan melalui media sosial maupun situs resmi Bea Cukai.
“Kalau menemukan indikasi peredaran rokok ilegal, segera laporkan. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai distribusi rokok ilegal,” pungkasnya. (fin/fin)














