GERBANGDESA.COM, Sampit – Ketua Umum Ikatan Alumni MTsN 1 Kotawaringin Timur (IKAM) Sampit, Sudarsono, menegaskan pembentukan organisasi alumni menjadi langkah awal untuk menyatukan seluruh lulusan lintas angkatan sekaligus memperkuat kontribusi bagi kemajuan almamater.
Setelah lebih dari empat dekade berdiri, para alumni akhirnya memiliki wadah resmi untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi di berbagai bidang.
Menurut Sudarsono, sejak MTsN 1 Sampit berdiri pada 1978, para alumni belum pernah memiliki organisasi yang mampu menghimpun seluruh angkatan.
Karena itu, IKAM dibentuk sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi bagi alumni yang kini telah berkiprah di berbagai profesi dan jabatan.
“Tujuan utamanya adalah menjaga silaturahmi alumni dari angkatan pertama hingga yang terakhir. Dari wadah ini kami ingin membangun sinergi agar para alumni dapat berkontribusi bagi kemajuan MTSN 1 Sampit,” ujarnya usai Pengukuhan Pengurus Periode 2026-2031 di halaman MTsN 1 Kotim, Senin (27/7/2026).
Ia mengatakan, IKAM tidak hanya akan bergerak untuk kepentingan sekolah, tetapi juga bertekad menjadi organisasi yang aktif dalam bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan.
Bahkan, para alumni telah memiliki cita-cita jangka panjang untuk membangun rumah ibadah secara swadaya melalui gotong royong seluruh alumni.
“Tahap awal kami membentuk wadah dulu. Setelah itu akan kami kembangkan menjadi kekuatan yang bisa memberi manfaat bagi alumni maupun masyarakat luas,” kata mantan Bupati Seruyan itu.
Di sisi lain, Sudarsono menyoroti kebutuhan mendesak penambahan ruang belajar di MTsN 1 Kotim.
Berdasarkan laporan pihak sekolah, sedikitnya 180 calon peserta didik tidak dapat diterima pada tahun ajaran ini akibat keterbatasan ruang kelas.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penambahan sedikitnya enam ruang belajar agar daya tampung sekolah dapat meningkat.
“Kalau melihat angka itu, mestinya MTsN 1 Kotim bisa menampung lebih banyak siswa. Fakta hari ini sekolah masih kekurangan ruang kelas dan ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Sudarsono yang sekarang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng itu.
Untuk memperjuangkan kebutuhan tersebut, IKAM berencana menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama, hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Sudarsono berharap dukungan berbagai pihak dapat mempercepat realisasi pembangunan ruang kelas baru sehingga semakin banyak calon siswa yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan di MTSN 1 Sampit.
“Kami akan menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah. Harapannya, ada solusi nyata agar kebutuhan ruang belajar di MTsN 1 Kotim segera terpenuhi,” pungkasnya. (fin/fin)















