| Salah satu indikator yang akan dinilai tim lomba desa.yakni, adanya tanaman obat keluarga. Tanaman keluarga ini dikelola Tim Penggerak PKK Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng. |
Gerbang Desa – Terobosan baru bahkan dianggap luar biasa sehingga perlu diacungkan 2 jempol. Lomba desa tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hadiah yang diusulkan untuk desa terbaik pertama sebesar Rp 250 juta.
Mengacu pada beberapa kali diadakan lomba desa tingkat kabupaten sebelumnya, pemenang pertama hanya menerima hadiah sekitar Rp 10 juta. Padahal, nominal anggaran yang dikeluarkan desa untuk melengkapi persyaratan lomba di atas Rp 10 juta.
Melihat fakta inilah, Bupati Kotim Halikinnor mengharapkan terutama lomba desa 2022 hadiahnya tidak lagi hanya puluhan juta melainkan ratusan juta.
“Hadiah lomba desa itu yang lebih memadai. Saya harapkan untuk desa terbaik pertama tingkat kabupaten setidaknya Rp 250 juta. Dana sebesar itu bisa digunakan untuk persiapan desa mengikuti ke tingkat provinsi bahkan nasional,” kata Bupati Kotim Halikinnor pada saat sambutan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan di rumah jabatan Bupati Kotim, kemarin.
Keberhasilan desa untuk meraih juara desa terbaik tidak hanya sebatas di tingkat kabupaten bahkan, provinsi dan nasional, sehingga diperlukan persiapan lebih matang paling lambat 1 tahun sebelum perlombaan dengan melibatkan seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait.
Apa saja tugas pokok dan fungsinya SOPD terkait yang dilibatkan itu, misalnya, mengenai persiapan tanaman obat keluarga (Toga) maupun hiasan taman desa leading sector melalui di dinas pertanian.
Ada beberapa indikator penilaian lomba desa diantaranya, kinerja, inisiatif, kreatifitas dalam pemberdayaan masyarakat, penerapan e-goverment, pelestarian adat dan budaya, identitas, batas desa, inovasi, tanggap dan siaga bencana, pengaturan investasi, partisipasi masyarakat, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Selanjutnya, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemiskinan, peningkatan kapasitas masyarakat, penilaian administratif dan klarifikasi lapangan, paparan calon juara, dan penetapan juara lomba.
“Untuk melengkapi persyaratan sesuai indikator lomba, saya harapkan seluruh SOPD di Kotim keroyokan bantu pemdes pada saat akan mengikuti lomba desa tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” tegas mantan Sekda Kotim ini. (gd-min)















