Rupiah Melemah, Masyarakat Khawatir Harga Pangan Naik, Ini Penjelasan Bulog

GERBANGDESA.COM, Sampit – Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.064 per dolar Amerika Serikat pada Senin (8/6/2026) memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan naiknya harga kebutuhan pokok.

Kekhawatiran tersebut terutama tertuju pada komoditas pangan utama seperti beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi hal itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Azwar Fuad, memastikan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat Minyakita hingga saat ini masih stabil.

Menurutnya, kedua komoditas tersebut berada dalam skema intervensi pemerintah sehingga tidak serta-merta mengikuti gejolak nilai tukar maupun perubahan harga pasar.

“Turunnya nilai tukar rupiah memang tidak berdampak langsung pada kenaikan harga beras SPHP dan Minyakita. Program ini merupakan intervensi pemerintah yang disubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Azwar menjelaskan, hingga kini Bulog belum menerima informasi mengenai perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah.

Saat ini beras SPHP masih dijual Rp60.000 per karung ukuran 5 kilogram atau setara Rp12.000 per kilogram, sementara harga Minyakita tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Kami belum ada rencana menaikkan harga. Bulog juga tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kenaikan harga karena seluruh kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah,” tegasnya.

Meski demikian, sejumlah warga mulai merasakan kenaikan harga pada beras premium di pasaran.

Rifki, warga Baamang, mengaku harga beras premium merek Ratuayu yang biasa dibelinya naik dari Rp84.000 menjadi Rp89.000 per kemasan.

“Kenaikannya memang tidak terlalu besar, tetapi karena beras merupakan kebutuhan pokok, tentu tetap terasa bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga pasokan serta harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan biaya hidup. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post