GERBANGDESA.COM, Sampit – Piala Dunia bukan hanya ajang perebutan gelar juara sepak bola tertinggi di dunia. Bagi banyak penggemar, turnamen empat tahunan tersebut juga menjadi sumber inspirasi yang terus melahirkan semangat baru dalam mencintai olahraga si kulit bundar.
Pandangan itu disampaikan Rudi Abidinsyah atau yang akrab disapa Coach Rudi, pemilik Rudi Sport sekaligus pendiri Sekolah Sepak Bola (SSB) Rudi Sport di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, ia melihat antusiasme masyarakat mulai meningkat. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya warga yang datang ke tokonya untuk mencari jersey tim nasional favorit hingga berbagai perlengkapan sepak bola lainnya.
Menurut Coach Rudi, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menghadirkan cerita dan warna baru yang membuat masyarakat terus menantikan perhelatan akbar tersebut.
“Setiap Piala Dunia selalu melahirkan inspirasi baru bagi pecinta sepak bola. Selalu ada pemain muda yang tampil mengejutkan, ada tim yang menjadi kuda hitam, dan ada kisah perjuangan yang menginspirasi banyak orang,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Pria yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia sepak bola itu menilai, kehadiran pemain-pemain muda berbakat menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat atmosfer Piala Dunia tidak pernah kehilangan pesonanya.
Banyak pemain yang sebelumnya kurang dikenal mampu mencuri perhatian dunia melalui penampilan impresif di panggung terbesar sepak bola internasional. Dari sana lahir idola-idola baru yang kemudian menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Anak-anak biasanya memiliki panutan dari pemain yang mereka lihat di Piala Dunia. Mereka termotivasi untuk berlatih lebih giat karena ingin mengikuti jejak para pemain bintang tersebut,” katanya.
Selain menghadirkan hiburan, Coach Rudi menilai Piala Dunia juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan sepak bola di daerah. Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga ini sering kali berimbas pada bertambahnya jumlah anak yang ingin bergabung dengan sekolah sepak bola maupun klub pembinaan usia dini.
Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi pelaku pembinaan untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan semangat berkompetisi kepada generasi muda.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah. Ada banyak nilai positif yang bisa dipelajari. Karena itu, momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap olahraga dan pembinaan yang lebih baik,” tuturnya.
Meski tim favoritnya, Italia, gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2026, semangatnya untuk mengikuti jalannya turnamen tetap tinggi. Ia mengaku akan memberikan dukungan kepada Belanda yang dinilainya memiliki peluang untuk berbicara banyak dalam kompetisi tersebut.
Di tengah euforia yang mulai terasa, Coach Rudi berharap Piala Dunia 2026 dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembinaan.
Baginya, mimpi melihat Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia bukan sesuatu yang mustahil selama pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari semua pihak.
“Harapan kita tentu suatu saat Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Untuk mewujudkan itu, pembinaan usia dini harus terus diperkuat karena dari sanalah calon-calon pemain masa depan lahir,” pungkasnya. (hmn/fin)















