![]() |
| Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) ; Abdul Halim Iskandar |
Gerbang Desa – Kabar gembira bagi para Pendamping Lokal Desa (PLD). Pasalnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar telah mengusulkan honorarium PLD naik, bahkan usulan itu dianggap sudah sampai di meja Menteri Keuangan (Menkeu).
“Saya terus perjuangkan hal ini dengan koordinasi berbagai pihak. Informasi yang saya terima sudah berada di meja Menkeu. Semoga segera ada jawaban atas ikhtiar ini,” kata Gus Halim sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, kemarin.
Memperjuangkan kesejahteraan honorarium bagi PLD, menurutnya, hal itu jadi perhatian serius pihaknya. Alasannya, kata Gus Halim, gaji yang diterima PLD saat ini secara umum masih relatif rendah sedangkan beban kerja dan tanggung jawab pendamping desa cukup tinggi.
Selain memperjuangkan kesejahteraan bagi PLD, Mendes PDTT juga akan berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa.
“Selain kesejahteraan, kami juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas para pendamping desa dengan program RPL Desa,” janji Gus Halim.
Dia menjelaskan, program RPL Desa yaitu penyetaraan pengalaman dan pengabdian di desa secara akademik untuk kualifikasi pendidikan tinggi yang diikuti semua pendamping desa, kepala desa, perangkat desa, pengelola BUM Desa serta semua pegiat desa.
Disamping itu, lanjut Gus Halim, selain meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan, Kemendes PDTT akan menerapkan standar tinggi dalam mengukur kinerja dari para pendamping desa yakni, diwajibkan untuk membuat daily report terkait aktivitas pendampingan di desa.
Selain itu, tambahnya, pihaknya akan menerapkan merrit system atau penjenjangan karir yaitu, promosi atau pengisian posisi di sebuah tempat diupayakan diisi oleh pendamping pada level di bawahnya dalam proses rekruitmen dan pengembangan karir para pendamping desa.
“Saya tegaskan harus merekrut pada level PLD agar jenjang karir TPP juga jelas dan memberikan penghargaan kepada pemdamping yang berprestasi,” tegas Gus Halim. (gd-min)
















