GERBANGDESA.COM, Sampit – Dua guru yang menjadi korban kebakaran rumah dinas di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, menerima bantuan kemanusiaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kotim, Sabtu (6/6/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi dan solidaritas dari jajaran Dinas Pendidikan serta para guru yang tergabung dalam organisasi PGRI di seluruh wilayah Kotim.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap rekan sejawat yang sedang menghadapi musibah.
“Bantuan ini merupakan donasi dan solidaritas dari keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur serta para guru yang tergabung dalam PGRI. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran,” ujarnya usai penyerahan bantuan.
Ia juga berpesan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua PGRI Kotim, Mahbub, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan yang turut mendampingi penyerahan bantuan.
Menurutnya, aksi kemanusiaan tersebut melibatkan seluruh pengurus cabang PGRI dari 17 kecamatan dan menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan di lingkungan guru.
“Ini adalah bentuk solidaritas nyata organisasi PGRI. Kami ingin memastikan rekan-rekan yang tertimpa musibah merasa bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” katanya.
Mahbub yang juga menjabat Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kotim itu menambahkan, penggalangan donasi masih terus berlangsung di berbagai pengurus cabang PGRI.
“Bantuan lanjutan akan kembali disalurkan sesuai kebutuhan para korban,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapan agar rencana Dinas Pendidikan untuk menyediakan rumah dinas pengganti bagi salah satu korban dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
Salah seorang korban, Rahmiyati, guru SDN 1 Ketapang, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan oleh para guru se-Kotim.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rekan guru yang dengan ikhlas membantu kami. Semoga segala kebaikan yang diberikan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” tuturnya.
Ungkapan serupa disampaikan Heni Triani, guru SDN 3 Ketapang, yang saat ini untuk sementara tinggal di rumah keluarga.
Ia mengapresiasi bantuan dan dukungan moral dari rekan-rekan guru melalui PGRI Kotim.
Baginya, solidaritas tersebut menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah musibah yang menimpa. (fin/fin)















