GERBANGDESA.COM, Sampit – Pelaksanaan haul ke-8 Abah Guru Asri di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, tahun ini dipastikan tidak dibuka untuk umum. Keputusan tersebut menjadi perhatian masyarakat, mengingat peringatan haul tokoh ulama kharismatik itu sebelumnya selalu dipadati ribuan peziarah dari berbagai daerah.
Kepala Desa Babaung, Bahrian, menyampaikan bahwa pembatasan ini merupakan keputusan pihak keluarga.
“Haul tahun ini memang tidak untuk umum, hanya khusus keluarga. Kami hanya menyampaikan informasi dari pihak keluarga,” ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawan gerbangdesa.com, kemarin.
Tokoh yang diperingati, KH. Muhammad Asri bin H. Ounder, dikenal luas sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut. Namun, untuk tahun ini, pelaksanaan haul dilakukan secara sederhana.
“Informasinya, kegiatan tidak dibuka luas karena keterbatasan dana. Jadi dilaksanakan secara internal keluarga,” jelas Bahrian.
Meski demikian, pihak keluarga tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin berziarah.
Setelah rangkaian haul keluarga yang dimulai pada 28 Maret selesai, makam tetap terbuka untuk umum.
“Silakan bagi peziarah yang ingin datang, tetap diperbolehkan. Hanya saja bukan dalam bentuk acara besar seperti biasanya,” tegasnya.
Catatan sebelumnya menunjukkan bahwa haul Abah Guru Asri selalu menjadi magnet besar.
Bahkan pada haul ke-6, ribuan jamaah memadati lokasi, termasuk kehadiran pejabat daerah, ulama, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.
Momentum tersebut tak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi lintas daerah.
Pembatasan tahun ini menandai perubahan signifikan dalam tradisi haul yang biasanya meriah.
Meski digelar secara terbatas, masyarakat diharapkan tetap dapat mengambil makna dari peringatan tersebut.
“Yang terpenting adalah doa dan keteladanan beliau tetap hidup, meski tanpa keramaian,” tutup Bahrian. (fin/fin)















