GERBANGDESA.COM, Sampit – Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Komunitas Peduli Kotim (KPK), Audy Valent, menyoroti keras maraknya praktik pelangsir di sejumlah SPBU wilayah Kota Sampit hingga pelosok Kotim. Ia menilai, lemahnya pengawasan dan sikap tutup mata dari Pertamina menjadi penyebab utama praktik curang itu terus terjadi.
“Kenapa pelangsir ini bisa merajalela? Karena Pertamina tutup mata. Tidak pernah ada tindakan tegas terhadap SPBU nakal,” ujar Audy dengan nada tegas kepada wartawan media Siber gerbang desa, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, masalah pelangsir bukan hal baru di Kotim. Namun, ironisnya, praktik itu justru semakin terbuka dan terang-terangan. Mobil-mobil pelangsir bisa bebas antre berkali-kali di SPBU tanpa ada pengawasan berarti.
Audy yang juga menjabat sebagai Ketua Fordayak Kotim mengingatkan bahwa Kotim pernah memiliki sistem pengawasan ketat lewat Tim BBM Gabungan pada tahun 2010. Tim itu terdiri dari unsur Pemkab, Satpol PP, Dishub, Polres, Kodim, Ormas, LSM, dan Media.
“Dulu cara kerjanya sederhana tapi efektif. Anggota Tim BBM Gabungan berjaga di Noksel atau ujung selang pengisian di setiap SPBU. Nomor kendaraan dicatat dan dibagikan ke grup WA agar tidak bisa mengisi dua kali. Hasilnya? Semua masyarakat kebagian BBM,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kunci pengawasan justru ada pada petugas Noksel, yang sering menjadi titik rawan permainan. “Yang nakal itu rata-rata di Noksel. Mereka diam-diam mengisi dua sampai tiga kali untuk mobil pelangsir karena sudah dapat upeti,” katanya.
Audy menilai Peraturan Daerah (Perda) terkait pengawasan BBM sebenarnya sudah ada, namun hanya menjadi pajangan. “Rasanya Perda itu ada, tapi tidak jalan. Dulu bahkan ditempel di Noksel. Sekarang? Sunyi,” sindirnya.
Sebagai aktivis yang pernah ikut langsung dalam Tim BBM Gabungan, Audy mengaku tahu persis modus pelangsir. “Kalau ada yang sudah isi di SPBU lain, langsung saya usir dan larang petugas Noksel mengisikan BBM lagi. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tidak?” ujarnya geram.
Karena itu, ia mendesak DPRD dan Pemkab Kotim segera mengaktifkan kembali Tim BBM Gabungan. “Kalau mau rakyat tenang dan BBM tepat sasaran, aktifkan tim itu lagi. Libatkan aparat, ormas, media, dan masyarakat. Jangan biarkan pelangsir lebih berkuasa dari aturan,” tegas Audy menutup pernyataannya. (fin/fin)















