SAMPIT, gerbangdesa.com – Guna menekan terjadinya inflasi tahun 2023, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), mengolah lahan pertanian luas sekitar satu hektare untuk ketahanan pangan.
“Ada delapan bibit unggul yang ditanam untuk ketahanan pangan,” ucap Camat MHU Muslih kepada wartawan media siber gerbang desa disela-sela memantau penggarapan lahan, Rabu 15 Februari 2023.
Dia menyebutkan, delapan bibit unggul itu diantaranya, cabai, terong, jagung, kacang panjang, tomat, kangkung, sawi dan mentimun.
“Petani untuk menanam bibit unggul itu kami libatkan dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang ada di Kecamatan MHU,” tegas Muslih yang juga pernah menjabat Sekcam Teluk Sampit ini.
Sementara itu, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Bagendang Rusliyadi menjelaskan, lokasi pengolahan ketahanan pangan dipusatkan di lahan milik dinas pertanian kabupaten yang ada di belakang kantor BPP Bagendang.
“Lahan satu hektare itu dibuatkan blok, masing-masing blok akan ditanam bibit unggul sesuai dengan jenis bibit yang tersedia,” ucapnya saat dibincangi di ruang kantor BPP Bagendang.
Mengingat usia panen setiap tanaman berbeda-beda, pihaknya akan menanam secara bergantian dengan harapan ketika dipanen serentak.
“Nah, agar bisa dipanen serentak yang mengatur jadwal awal untuk ditanam itu para petani andalan. Mereka yang lebih berpengalaman,” imbuh Rusli.
Terkait ketersediaan pupuk tanaman, tambahnya, BPP Bagendang menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kecamatan setempat.
“Kata pa camat, pupuk tanaman seperti dolamit maupun pupuk kandang akan dibantu oleh pihak perusahaan yang ada di Kecamatan MHU,” ujar Rusli.
Lahan untuk ketahanan pangan sudah digarap menggunakan traktor. Untuk sementara, para petani sedang melakukan penyemaian biibt sebelum ditanam di lahan yang luas.
“Diperkirakan antara Juli dan Agustus mendatang mungkin sudah bisa dipanen serentak,” pungkasnya. (fin/fin)















