GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, melaksanakan reses perseorangan di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur. Reses tersebut dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Dapil II Kotim–Seruyan, sebagai dasar penyusunan dan pengawalan program pembangunan di tingkat provinsi tahun 2026.
Politisi Fraksi PAN yang juga mantan Ketua Karang Taruna Kalteng itu menegaskan, reses merupakan instrumen penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terdengar dan diperjuangkan.
“Kami datang untuk mendengar langsung. Semua usulan yang disampaikan akan kami bawa ke rapat paripurna dan diteruskan kepada dinas terkait. Selanjutnya akan diperjuangkan mana yang menjadi skala prioritas,” tegas Hafid, Senin (3/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Rawa Sari, Sigit Pranoto, menyampaikan delapan usulan prioritas pembangunan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Adapun rincian usulan tersebut yaitu:
- Pengerasan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu yang melintasi Desa Rawa Sari sepanjang 7 kilometer.
- Pembangunan tower BTS untuk peningkatan akses telekomunikasi.
- Normalisasi saluran Primer Babaluh Kecil–Handil Bali sepanjang 7 kilometer.
- Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya sebanyak 40 titik di kawasan jalan penyeberangan desa.
- Rehabilitasi jalan penghubung Desa Rawa Sari–Makarti Jaya sepanjang 1.000 meter.
- Percetakan lahan sawah baru seluas 50 hektare.
- Pembangunan Masjid Al-Muhajirin sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.
- Pengadaan kendaraan operasional roda dua untuk Pos Lapangan BPBD.
“Kami berharap dari sekian banyak usulan, setidaknya beberapa dapat direalisasikan. Terutama PJU tenaga surya dan pengerasan jalan yang merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Kalteng,” ujar Sigit.
Hafid menegaskan, aspirasi yang terhimpun tidak akan berhenti pada tataran pendataan. Ia berkomitmen mengawal dan memperjuangkan realisasi program sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.
“Harapan kita sama, pembangunan harus dirasakan merata. Apa yang menjadi kebutuhan warga Rawa Sari akan kami bawa dan suarakan,” tandasnya.
Dengan pelaksanaan reses ini, masyarakat berharap ada titik terang dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di wilayah Pulau Hanaut yang selama ini dikenal cukup terisolasi. (fin/fin)















