DPRD Kotim Desak Disdik Sosialisasikan Tes Kemampuan Akademik Secara Masif

GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marudin, menyoroti lemahnya sosialisasi mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini menggantikan sistem Ujian Nasional (UN).

Menurutnya, meski TKA sudah resmi diterapkan sebagai tolok ukur baru dalam dunia pendidikan, namun banyak masyarakat terutama para orang tua siswa yang belum memahami makna dan tujuan dari sistem penilaian tersebut.

“Ujian nasional sudah ditiadakan, dan kini diganti dengan Tes Kemampuan Akademik. Sayangnya, belum semua orang tua memahami hal ini. Karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) harus bergerak cepat mensosialisasikannya secara masif,” tegas Marudin pada saat Rapat Mitra Kerja Komisi III dengan Disdik Kotim, Selasa sore (21/10/2025).

Politisi PKB itu menilai, salah satu tujuan utama TKA adalah mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif, bukan sekadar mengejar nilai tinggi semata.

Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat agar tidak salah menilai ketika hasil TKA anaknya tidak seperti yang diharapkan.

“Tes kemampuan akademik ini bertujuan mengukur sejauh mana kemampuan anak dalam bidang akademik. Kalau nilainya rendah, artinya di situ batas kemampuan akademiknya. Orang tua harus memahami itu, bukan malah menyalahkan anak atau sekolah,” ujarnya dengan nada tegas.

Marudin menegaskan, tanggung jawab sosialisasi penuh berada di tangan Dinas Pendidikan Kotim.

Ia meminta agar dinas tidak hanya menunggu instruksi dari pusat, tetapi proaktif turun ke sekolah-sekolah dan menjelaskan konsep TKA dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

“Ini soal keadilan informasi. Jangan sampai ada kesenjangan pemahaman antara pihak sekolah dan orang tua. Sosialisasi harus masif dan menyeluruh,” tegasnya.

Ia berharap, dengan sosialisasi yang merata, masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan sistem pendidikan dan memahami bahwa TKA bukan sekadar ujian, melainkan alat ukur kemampuan yang lebih realistis dan manusiawi bagi siswa. (fin/fin)

Related Post