JAKARTA, gerbangdesa.com – Tidur selama delapan jam atau lebih, namun saat bangun tubuh terasa lebih lelah dan kurang energi. Kondisi ini mungkin pernah Anda alami atau sangat sering Anda alami.
Tidur Anda mungkin tampak seperti waktu yang cukup. Namun ternyata kualitas tidur Anda benar-benar buruk. Ini adalah alasan utama mengapa Anda bangun lebih lelah.
Kualitas tidur yang buruk tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif. Faktanya, kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi penilaian kognitif, sehingga memengaruhi pengambilan keputusan dan kreativitas.
Kualitas tidur yang buruk dapat terjadi karena beberapa faktor. Ini biasanya terkait dengan kesehatan fisik orang yang buruk.
Agar Anda bisa segera meningkatkan kualitas tidur ke arah yang lebih baik, penting untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kualitas tidur yang buruk.
beberapa penyebabnya:
1. Kelelahan
Ketika orang lelah mereka bisa tertidur. Namun kenyataannya tidak semua rasa lelah bisa membuat Anda tidur dengan cepat dan berkualitas.
Saat Anda merasa sangat lelah, biasanya karena penyakit yang membuat Anda tidak bisa tidur, inilah saatnya untuk pemeriksaan fisik. Sebab, menurut profesor kedokteran UCLA David Geffen School of Medicine Jennifer Martin, rasa lelah bisa disebabkan oleh kondisi nyeri kronis, kondisi metabolik atau tiroid, anemia, dan penyakit paru obstruktif kronik.
2. Mager alias malas bergerak
Dikutip dari CNN, orang yang kurang mobile menggunakan lebih sedikit energi. Kurang gerak berarti tidur tidak berkualitas karena tidak ada keseimbangan energi yang dikeluarkan.
3. Depresi dan kecemasan
Memiliki kecemasan atau depresi dapat membuat Anda merasa lelah secara fisik dan tanpa energi. Ini dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.
Bahkan, depresi dan kecemasan juga bisa menyebabkan Anda terbangun secara tiba-tiba saat tidur, yang semakin memperburuk kualitas tidur Anda.
4. Tidur tidak konsisten
Jadwal tidur yang berubah dapat merusak kualitas tidur seseorang. Misalnya, Anda terbiasa tidur lebih awal di hari kerja, tetapi kemudian Anda begadang di akhir pekan dan kembali tidur sesuai jadwal di awal minggu.
Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur Anda karena terlalu sering mengubah kebiasaan.
5. Dehidrasi
Lebih dari 50 persen tubuh terdiri dari air. Ketika tubuh Anda kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, kewaspadaan Anda menurun, tetapi pada saat yang sama Anda merasa mengantuk dan lelah.
Namun, jika Anda tidur dalam keadaan dehidrasi, kualitas tidur Anda justru akan memburuk. Karena cairan yang berguna untuk menjalankan berbagai organ tubuh justru tidak tercukupi secara maksimal.
6. Pasangan ranjang yang “salah”.
Memiliki pasangan tidur yang baik sangat mempengaruhi kualitas tidur Anda. Jika pasangan Anda mendengkur atau tidak bisa duduk diam, itu bisa membangunkan Anda di tengah malam.
Jadi, jika pasangan tidur Anda sering mendengkur, sebaiknya beritahu dia untuk menemui spesialis tidur demi kepentingan semua orang.
7. Gangguan tidur
Gangguan tidur adalah faktor lain yang dapat menurunkan kualitas tidur secara drastis. Seseorang dengan gangguan tidur dapat terbangun 50, 100 kali atau bahkan lebih di malam hari.
Gangguan tidur lain yang dapat memengaruhi tingkat energi harian termasuk narkolepsi dan sindrom kaki gelisah. Jika mengalami hal tersebut, segera lakukan pemeriksaan agar tidak menjadi masalah jangka panjang.
Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur Anda karena terlalu sering mengubah kebiasaan.
(*/ary)
sumber : cnnindonesia.com















