| Infrastuktur jalan dipedesaan wilayah indonesia bagian barat. |
Gerbang Desa – Meningkatkan perekonomian masyarakat terutama yang ada dipedesaan tidak hanya adanya ketersediaan lapangan pekerjaan maupun sumber daya alam berlimpah. Namun, ada yang dianggap lebih urgen lagi yakni, infrastruktur jalan dan akses antardesa yang memadai.
Tidak dapat dipungkiri, saat ini infrastruktur jalan dan akses antardesa wilayah indonesia bagian timur maupun barat dianggap masih buruk terutama desa yang masih berstatus tertinggal, terisolir dan terluar.
Minimnya perhatian dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, serta kebijakan dari pemangku kepentingan bahkan pemerintah desa itu sendiri, membuat desa tersebut semakin tersudut dan terpuruk dengan perkembangan zaman.
Buruknya infrastruktur jalan dan akses antardesa ini ternyata dapat sorotan langsung dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Abdul Halim Iskandar.
Pria yang biasa disapa Gus Halim ini meminta agar basis data diperkuat, status dan kebutuhan dipastikan untuk kedepannya sama-sama dicarikan solusinya.
Guna mengatasi buruknya infrastruktur jalan dan akses antardesa, Kemendes PDTT menjanjikan akan membuat standar, tolak ukur dan spesifik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Entah melalui dana alokasi khusus (DAK) atau apa, mungkin termasuk dana desa, nanti disinergiskan karena yang paling dibutuhkan akses. Jadi, percepatan daerah tertinggal bisa menjadi percepatan desa-desa khusus, Nanti kita punya fokus dan lokus yang tematik,” kata Gus Halim. (gd-min)















