GERBANGDESA.COM, Jakarta – Pelaksanaan bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) membawa angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi ajang berbagi kepada masyarakat dalam suasana Hari Raya Idul Fitri.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku merasakan langsung manfaat dari kegiatan tersebut. Fauzi, pedagang bakso asal Jakarta Barat, menyampaikan rasa senangnya bisa terlibat dalam bazar yang digelar pada Sabtu (28/3). Ia menyebut kesempatan ini sebagai momen langka yang sangat membantu usahanya.
Dalam kegiatan itu, Fauzi menerima pesanan lebih dari 500 porsi bakso yang dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Ia menilai, selain memberikan pengalaman berbeda, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pengembangan usahanya.
Di sisi lain, Fauzi juga mengungkapkan bahwa harga bahan baku selama periode Lebaran tahun ini relatif stabil, sehingga tidak terlalu membebani pelaku usaha.
Hal senada disampaikan Megawati, pelaku UMKM rendang dari Jakarta Selatan. Ia turut ambil bagian dengan menyiapkan sekitar 500 paket nasi rendang. Meski harus bekerja ekstra dalam waktu terbatas, ia tetap antusias karena kegiatan tersebut membuka peluang promosi yang lebih luas.
Megawati berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut, bahkan disertai dukungan tambahan seperti akses permodalan untuk membantu UMKM berkembang lebih jauh.
Sementara itu, Shela, penjual pempek dari kawasan Bintaro, juga merasakan dampak positif dari bazar ini. Ia mengaku kegiatan tersebut membantu perputaran modal usahanya dan memberikan tambahan pemasukan.
Menurut Shela, keterlibatan UMKM dalam program seperti ini menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pelaku usaha kecil yang masih membutuhkan dukungan untuk berkembang.
Ia pun berharap pemerintah dapat terus menghadirkan program serupa secara berkelanjutan, agar UMKM kecil memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan dikenal lebih luas.
Bazar rakyat yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto ini tidak hanya berfokus pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan. Ribuan porsi makanan yang dibagikan kepada masyarakat menjadi simbol kepedulian dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga dalam merayakan Idul Fitri.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di tengah momentum hari raya. (*/f)















