JATIM, gerbangdesa.com – Lahan dan hutan seluas 8,4 hektar terbakar pada Minggu 7 Mei 2023 di Taman Nasional Balurani. Proses quenching memakan waktu lama karena titik nyala yang dicapai sulit dilampaui dan suhu panas semakin memperparahnya.
Badan Pengkajian dan Pelaporan Taman Nasional Balurani Joko Mulyo mengatakan petugas pemadam kebakaran mendatangi lokasi kebakaran pada pukul 11.00 WIB dan api dapat dipadamkan setelah tiga jam.
Ada tiga hotspot di bagian utara taman nasional yaitu Duluk, Karang Teko dan Labuan Merak. “Upaya pemadaman api dimulai siang hari dan baru padam pada sore hari, kebakaran lokal di Cura Duluk, Karang Teko hingga Labuan Merak,” kata Joko.
Menurutnya, petugas yang dikirim tidak hanya dari dalam taman nasional. Namun, ada juga beberapa relawan masyarakat yang membantu memadamkan api. “Kemarin juga ada angin kencang sehingga cukup sulit untuk dipadamkan, dan total luas semak belukar dan hutan yang terbakar sekitar 8,4 hektare,” kata Joko.
Menurut Joko, pemadaman juga dipersulit dengan suhu di atas 40 derajat, selain angin dan medan. Padahal suhu kebakaran hutan sabana kemarin mencapai 32 hingga 35 derajat. Taman nasional mendapat imbauan dari pemerintah untuk waspada dan bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan sewaktu-waktu.
Oleh karena itu, harus waspada dan tanggap jika terjadi kebakaran. “Ke depan, kami akan bersiap jika ada serangan beruang karena hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan di sini (Taman Nasional Balurani),” katanya. (*/ary)
dilansir dari: kompas.com















