Damang Kepala Adat MHU Kecam Penyebar Racun Ikan di Sungai Sampit

Sampit, gerbangdesa.com – Damang Kepala Adat Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Rusli, angkat bicara. Dia mengecam keras terhadap tindakan oknum penyebar racun ikan di Sungai Sampit yang mengakibatkan sekitar 5 ton ikan sungai mati.

“Kami mengecam keras tindakan yang telah dilakukan oleh oknum, kami juga berharap agar oknum tersebut segera ditangkap karena telah merusak ekonomi hajat orang banyak,” ucap Rusli ketika dikonfirmasi wartawan media siber gerbang desa melalui sambungan seluler, Jumat 27 Januari 2023.

Dia menilai, dampaknya tidak hanya ekonomi bahkan kesehatan masyarakat. Sebab, kata Rusli, air Sungai Sampit juga digunakan untuk mandi, mencuci dan minum setelah melalui proses penyulingan yang dilakukan oleh PDAM di Bagendang.

“Di kecamatan ini ada lima desa yang masyarakatnya menggunakan air bersih melalui PDAM, kalau sudah disebarkan racun ikan itu dampaknya sangat luas. Jadi, saya tegaskan kembali, tangkap saja oknum penyebar racun ikan karena telah membuat resah semua pihak,” tegas Rusli.

Di sisi lainnya, Rusli juga menyampaikan bahwa ada kelompok perikanan yang mengantungkan hidupnya melalui tangkap ikan sungai. Kelompok ini, menurutnya, tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu, karena hidupnya rata-rata mengandalkan hasil tangkapan ikan setiap hari.

“Ada 25 orang yang tergabung dalam kelompok perikanan, saya adalah ketuanya, terkait penyebar racun ikan di Sungai Sampit, saya yakin mereka tidak mungkin melakukan hal itu, sebab, tangkapan ikan di sungai itu merupakan harapan dan ekonomi mereka,” kata Rusli.

Mengingat ekosistem sungai diduga telah tercemar ringan, tambahnya, tentunya harus ada langkah segera diambil terutama pemerintah daerah melalui dinas terkait misalnya, memberikan bantuan kepada warga dusun dan desa yang telah kehilangan mata pencaharian.

“Saya juga mengimbau kepada pihak perusahaan untuk memasang plang imbauan tentang illegal fishing, dan kami juga berharap sinergitasnya untuk sama-sama menjaga lingkungan, flora dan fauna, habitat di darat maupun di sungai yang ada di wilayah kecamatan ini,” sarannya.

Diwartakan sebelumnya, ribuan ikan sungai telah ditemukan mati di Sungai Sampit. Tepatnya, di Dusun Sulu Bakung, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Informasi dihimpun Gerbang Desa. Kejadian itu diperkirakan sudah lima hari. Warga dusun setempat mengaku terkejut ketika sedang menyusuri Sungai Sampit menggunakan jukung (sampan), dan melihat ribuan ikan sudah mati.

Mereka menduga, ikan sungai yang sudah mati itu akibat di potas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab, hanya menggunakan racun ikan itulah semua ikan akan mudah mati.

Warga mencoba mengambil ikan yang sudah mati itu menggunakan alat jaring ikan. Total ikan yang sudah diangkut diperkirakan di atas 5 ton.

Melihat kejadian itu, warga dusun langsung melaporkan dan menghubungi Damang Kepala Adat. Kemudian dilanjutkan ke pihak kecamatan setempat.

“Hasil sementara pada saat cek lapangan, memang kami lihat ada ribuan ikan mati, dugaan kami karena telah di potas atau racun ikan,” ujar Sekcam MHU Hasrul Hamid via telepon, Kamis 26 Januari 2023. (fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post