Ini Contoh 10 Desa Sukses Terapkan Inovasi Desa

JAKARTA, gerbangdesa.com – Pemerintah telah mengucurkan dana khusus pengembangan desa terhitung sejak 2018. Akan tetapi, dana ratusan juta rata-rata kurang optimal dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk berinovasi.

Kami merangkum ada 10 desa yang dianggap sukses untuk menerapkan inovasi desa yakni,

  1. Prograrm Inovasi Air Sungai sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Warga Desa Batang Uru, Mamasa, Sulawesi Barat telah membuat inovasi PLTMH. Mereka memanfaatkan sumber alam yang tersedia. Berkat adanya pembangkit listrik itu hampir seluruh rumah penduduk sudah terang benderang.

  • Program Inovasi Teknologi Sumur sebagai Ketersediaan Air Desa

Inovasi ini telah dicetus pertama kali oleh Desa Sugih Waras, Bojonegoro, Jawa Timur.

Pelaksanaan program ini dibantu oleh tenaga-tenaga profesional dan didampingi Himpunan Penduduk Pemakai Air Pam (HIPPAM).

Mereka bersama-sama membuat sumur submersible dengan kedalaman sekitar 60 meter.

Berkat kerjasama yang baik, akhirnya warga desa bisa memanfaatkan air bersih dan didistribusikan ke rumah penduduk setempat dan warga desa yang ada di desa lain. Bahkan jumlah pelanggan mencapai hampir seribu rumah.

  • Program Inovasi Desa Konservasi Bambu untuk Menjaga Sumber Mata Air dan Debit Air Embung Pertanian

Desa Sanankerto, Malang, Jawa Timur telah memiliki program inovasi konservasi Bambu agar bisa menjaga debit air embung pertanian tetap stabil.

Kini desa tersebut telah menjadi tujuan wisata yang pada akhirnya memunculkan mata pencaharian lain yang bermanfaat untuk desa dan juga keluarga.

  • Program Inovasi Desa Penyusunan Ulang Informasi Kepemilikan Tanah Warga

Guna menghindari terjadinya konflik mengenai kepemilikan tanah, Pemerintah Desa telah mengedukasikan warganya betapa pentingnya memiliki sertifikat tanah.

Inovasu itupun sudah diterapkan Desa Jambearjo, Malang, Jawa Timur. Rata-rata warga desa sudah memilii sertifikat tanah baru sehingga tanah yang mereka miliki tidak akan menjadi sengketa di kemudian hari.

  • Program Inovasi Desa Mengaktifkan BUMDes yang Dibekukan

Desa Gancas, Sumedang, Jawa Barat telah mendirikan BUMDes sejak 2008. Namun telah dibekukan 2013 dikarenakan manajemen pengelolaan yang kurang baik.

Kini, berkat adanya pergantian manajemen dan didukung dengan anggota yang berkompeten, BUMDes itupun aktif kembali bahkan hingga sekarang telah berkembang pesat.

  • Program Inovasi Desa Mengubah Limbah Minyak Goreng Menjadi PAD

Memanfaatkan limbah minyak goreng yang kerap dibuang begitu saja oleh masyarakat, merupakan suatu ide dan gagasan yang cemerlang. Hal itulah dilakukan Pemerintah Desa Panggungharjo, Yogyakarta. Di mana pada mulanya banyak warga yang membuang minyak goreng ke sungai sekitar desa.

Pemerintah desa melalui BUMDes bekerja sama PT. Tirta Investama mengolah limbah minyak goreng menjadi produk campuran bahan bakar.

  • Prograrm Inovasi Desa Pemanfaatan Tenaga Ahli untuk Pengembangan Usaha Desa

Desa Pagarwan, Kecamatan Merawang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, telah membuat langkah baru untuk mengembangkan usaha yang ada di desa seperti, mengelola ikan air tawar, budidaya jamur tiram, dan beberapa unit usaha lainnya yang lebih produktif.

  • Program Inovasi Desa Membangun Sekolah untuk Memenuhi Kebutuhan Pendidikan

Desa Blang Krueng, Aceh, dianggap masih tertinggal dalam hal pendidikan, sehingga pemerintah desa sepakat untuk membangun Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) untuk memenuhi keinginan warganya mengecap pendidikan dasar. Sebab, desa tersebut sebelumnya pernah diterjang tsunami pada 2004.

Berangkat dari situlah, pemerintah desa membangun kembali dari nol.

  • Program Inovasi Desa Membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

PKBM itu ada di Desa Lauwonu, Gorontalo dan beroperasional 2006. Untuk tenaga pendidik diambil dari guru SMK dan guru yang masih kuliah.

Sistem pendidikan yang diterapkan lebih menyentuh pada keahlian, sehingga lulusan PKBM dianggap siap kerja.

  1. Program Inovasi Desa BPJS Desa Mandiri

Pemerintah Desa Kuripan Selatan, Kuripan, Lombok Barat, telah membuat BPJS Desa Mandiri yang dikelola oleh Organisasi Kesehatan Masyarakat (OKM) desa.

Dengan adanya BPJS mandiri ini, diharapkan warga dapat gotong royong dalam hal kesehatan. Karena jika mengandalkan BPJS yang dikelola pemerintah, kemungkinan banyak warga tidak sanggup membayar iuran rutinnya.

Demikian program inovasi desa, semoga dapat menular ke desa-desa lainnya yang ada di indonesia. (*)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post