SAMPIT – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baamang bersama KUA Seranau menggelar Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin yang dipusatkan di aula kantor Kecamatan Baamang, Kamis pagi (2/10/2025).
Kegiatan ini diikuti 15 pasang calon pengantin dari Kecamatan Baamang serta 2 pasang dari Kecamatan Seranau. Para peserta mendapat pembekalan intensif sebelum melangsungkan pernikahan, mulai dari aspek agama hingga wawasan kehidupan berumah tangga.
Kepala KUA Baamang, Achmad Fahrie, menegaskan bahwa bimbingan ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk menekan angka perceraian yang cukup tinggi di masyarakat.
“Pernikahan bukan hanya urusan seremonial. Dibutuhkan kesiapan lahir dan batin agar rumah tangga dapat bertahan dan melahirkan generasi yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah agar calon pengantin memahami hak dan kewajiban suami-istri, cara membangun komunikasi yang sehat, serta langkah bijak dalam mengelola perbedaan dalam rumah tangga. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap menikah tetapi juga siap hidup bersama dalam jangka panjang.
Alasan kegiatan ini digelar rutin, lanjut Fahrie, karena masih banyak pasangan muda yang menikah tanpa bekal pengetahuan cukup. Hal itu kerap menimbulkan persoalan serius dalam rumah tangga, bahkan berujung pada perceraian di usia pernikahan yang masih singkat.
Dalam bimbingan ini, peserta juga dibekali materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pendidikan anak. Semua topik tersebut dirancang agar calon pengantin mampu menghadapi dinamika rumah tangga dengan lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah lahirnya keluarga-keluarga harmonis yang menjadi fondasi kokoh bagi masyarakat. Dampaknya, angka perceraian bisa ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda melalui pendidikan yang baik dalam lingkungan keluarga.
Fahrie berharap bimbingan perkawinan ini dapat memberikan kesadaran baru bagi pasangan yang akan menikah.
“Harapan kami sederhana, lahir keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang tangguh menghadapi zaman. Dari keluarga yang baik akan lahir generasi penerus yang berakhlak mulia,” tutupnya. (fin/fin)















