UMKM Kotim Meledak! Raup Rp5 Miliar di Sampit Expo 2025

GERBANGDESA.COM SAMPIT – Dari dapur sederhana hingga stan megah di Sampit Trade Expo 2025, produk olahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan tajinya.

Wakil Bupati Kotim Irawati menyebut bahwa geliat UMKM kini bukan lagi sekadar semangat, tapi sudah menjelma menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang nyata.

“Perkembangan UMKM di Kotim cukup pesat. Produk olahan mereka sudah layak dipasarkan lebih luas, bahkan punya potensi menembus pasar nasional,” ucap Irawati pada saat penutupan pameran di Stadion 29 November, Sampit.

Begitu melangkah ke arena expo, mata pengunjung disuguhi aneka ragam kreasi. Ada keripik renyah berbahan ikan sungai, stik gurih dari daun talas, kue kering dengan cita rasa khas, hingga minuman kesehatan berupa jamu tradisional. Tak ketinggalan sambal pedas manis berciri khas Kalimantan yang menggugah selera.

Di balik setiap produk, tersimpan cerita perjuangan. Mulai dari ibu rumah tangga yang mengolah resep turun-temurun, hingga kelompok muda kreatif yang berani bereksperimen dengan bahan lokal. Namun, satu masalah masih menjadi tantangan klasik: pemasaran.

“Produknya bagus, rasanya enak, kemasannya pun makin menarik. Hanya saja pemasaran masih terbatas, inilah yang terus kita dorong agar bisa tembus pasar lebih luas,” ujar Irawati.

Sampit Trade Expo 2025 yang digelar 24–30 Agustus menjadi jawaban. Selama enam hari, arena expo dipadati sekitar 40 ribu pengunjung. Tak hanya menjadi ajang pamer, tetapi juga transaksi nyata.

Data panitia mencatat, perputaran uang sepanjang expo mencapai Rp5 miliar. Angka itu jelas bukan main-main. Inilah bukti bahwa ketika UMKM diberi panggung, mereka bisa berbicara banyak soal daya saing dan kontribusi ekonomi.

“Expo ini bukti konkret, UMKM mampu mendorong perputaran ekonomi daerah. Ini harus terus kita fasilitasi,” kata Irawati.

Meski optimis, Irawati tidak menutup mata terhadap tantangan. Ia berharap para pelaku UMKM berani melangkah lebih jauh, memperkuat branding, menjaga kualitas, dan memanfaatkan digitalisasi pemasaran.

“Kita di pemerintah daerah siap mendukung, tapi UMKM juga harus terus berinovasi. Jangan berhenti hanya di expo, manfaatkan juga media sosial, marketplace, dan jejaring yang lebih luas,” sarannya.

Di akhir, mantan anggota DPRD Kalteng ini menegaskan, UMKM bukan sekadar urusan dagang, tapi urat nadi ekonomi rakyat. Dari keripik ikan, stik daun talas, hingga sambal khas Kalimantan, semua bisa jadi jalan menuju kemandirian ekonomi Kotim. (fin/fin)

Related Post