Mudik Lebaran Menumbuhkan Perekonomian Masyarakat Desa

JAKARTA, gerbangdesa.com – Perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) saat momen mudik dan libur Lebaran tahun 2023 diproyeksi bisa mencapai Rp 150 triliun. 

Data Kementerian Perhubungan menyebutkan ada 123,8 juta wisatawan yang akan melakukan perjalanan saat libur Lebaran 2023. Proyeksi tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari libur Lebaran tahun 2022 lalu. 

Di samping itu, kebijakan pemerintah terkait penambahan libur Lebaran bersama selama dua hari secara tidak langsung akan menambah kesempatan bagi pemudik untuk lebih lama berwisata dan mencicipi kuliner daerah. 

Adapun pengeluaran yang paling dominan di setiap mudik Lebaran antara lain belanja kuliner, pernak pernik lebaran, konsumsi rumah tangga serta uang tip kepada keluarga di kampung. 

Selain itu, pada aspek sosial budaya, mudik merupakan media pertukaran informasi, gaya hidup, bahkan pola pikir antara masyarakat kota dan desa.

Selanjutnya, pada aspek ekonomi lebih terlihat, yakni pemudik membawa uang dari kota ke desa, baik dalam bentuk konsumsi maupun bekal bagi keluarga di kampung. Tanpa disadari, mudik juga merupakan ajang pemasaran produk-produk dari perkotaan.

Aliran dana segar dan besarnya permintaan pada saat mudik lebaran setidaknya dapat mendorong penyebaran pendapatan, sehingga dengan sendirinya dapat mereduksi ketimpangan sekaligus dapat membantu percepatan pembangunan. 

Becermin dari fenomena mudik lebaran tersebut, dari sisi ekonomi setidaknya terdapat berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan dari ekonomi mudik Lebaran, terutama menciptakan nilai tambah ekonomi guna memberi manfaat besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. (*)

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/kolom/

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post