Strategi Kades Sekapuk Ubah Potensi Jadi Desa Wisata Jejaring ASEAN

GERBANGDESA.COM – Abdul Halim terdiam saat mendengar sindiran dari Bupati Gresik di Forum Koordinasi bahwa desa yang dipimpinnya bertanggung jawab atas buruknya hasil Kabupaten Gresik.

Saat itu, Abdul Halim baru menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kurang lebih dua minggu. Usai menjabat pada 12 Desember 2017, Abdul Halim dikritik karena tidak paham apa yang dimaksud Indeks Desa Mandiri (IDM).

Banyak masalah yang harus diselesaikan Desa Sekapuk, yaitu: julukan desa tertinggal, toilet minim, tempat tawuran remaja, daerah banjir, daerah kumuh dan gunungan sampah. Semuanya pedas dan dia anggap hal itu sebagai cambuk.

Dilansir melalui kontan.co.id. Pertama-tama yang harus dibenahi Abdul Halim adalah membereskan data. Setiap keluarga diminta mengumpulkan informasi lengkap seperti tingkat pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga.

Berangkat dari sana, bisa dipetakan dengan detail semua persoalan dan potensi Desa Sekapuk. Hanya setahun berselang, Sekapuk menjadi juara I Best Administratif desa di tingkat Kecamatan.

Pondasi dasar mengubah keadaan Desa Sekapuk, Abdul Halim tuangkan dalam 5 visi misi yang disebut Pancasona atau 5 pesona.

Salah satunya adalah membangun kepariwisataan desa, dan inilah yang kelak menjadi resep keberhasilan Sekapuk. Ide itu muncul lantaran terdapat makam sejumlah Wali Songo. Sekapuk menjadi lintasan para peziarah makan Sunan Giri dan Sunan Drajat.

Areal bekas tambang batu kapur pun menjadi pilihan Abdul Halim. Hal ini sekaligus menjadi solusi persoalan sampah yang dibuang warga di area itu.

“Saya ingin menciptakan lapangan kerja yang memiliki multiplier effect, yakni pariwisata,” ucap Abdul Halim ketika dibincangi.

Persoalan klasik muncul kemudian bagaiman dengan rogram Pancasona? Mengandalkan asupan dana desa tentu tidak memadai. Padahal sejak dia menjabat, belum sekalipun dana bantuan, selain dana desa yang sudah diamanatkan UU Desa, masuk ke Sekapuk.

Setelah semua proposal permohoan dana tidak berhasil, Abdul Halim mengambil langkah berani dengan meminjam dana ke perbankan sampai akhirnya, Bank UMKM Jatim mau menyalurkan kredit senilai Rp 500 juta kepada BUMDes Desa Sekapuk dengan jaminan aset-aset pribadi milik Abdul Halim.

Lantaran mendapatkan pinjaman bank, strategi pun dijalankan. Masyarakat diajak menabung di BUMDes tanpa potongan biaya administrasi satu rupiah pun.

“Kami ajak menabung mulai dari Rp 8.000 per hari,” ujar Abdul Halim.

Hingga akhirnya, proyek wisata yang sudah dirancang di Sekapuk pun mulai dijalankan dengan anggaran Rp 2,4 miliar untuk membangun wisata Setigi yang merupakan kependekan dari selo (batu), tirto (air) dan giri (bukit).

Abdul Halim kali ini mengajak partisipasi masyarakat untuk berpartisipasi membangun Setigi. Caranya adalah dengan menjadi pemegang saham. Sebanyak 1.000 saham diterbitkan dengan nominal per saham Rp 2,4 juta.

Bersyukur upayanya mendapat dukungan warga yang menyerap 400 saham. Sementara 600 saham lainnya dimiliki oleh BUMDes sebagai pengendali. Masyarakat mendapatkan sertifikat bukti kepemilikan saham Setigi, dengan janji imbal hasil berupa dividen sebesar 10% per tahun.

Tepat 1 Januari 2020, Setigi diresmikan. Perhitungan Abdul Halim tak meleset. Setigi banyak pengunjung dengan menawarkan bentangan tebing kapur nan eksotik. Para peziarah makam Walisongo dan wisatawan di Jawa Timur dan di luar pulau jawa.

Sukses dengan Setigi, pada 2 Februari 2022, Sekapuk meresmikan agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI) di hamparan lahan bengkok seluas 2,5 hektar. Pak Inggih sendiri merupakan sebutan bagi bapak kepala desa.

Di sini tersedia 17 cottage di hamparan aneka tanaman buah dengan anggaran pembangunan Rp 8,3 miliar. Sama seperti Setigi, kawasan wisata ini juga melibatkan dana swadaya masyarakat.

Jerih payah seluruh perangkat desa dan warga telah membuahkan hasil. Pendapatan Asli Desa (PADes) Sekapuk mencapai Rp 7,62 miliar di tahun 2022. Pancasona, telah berhasil seluruhnya terwujud.

Warga lansia dan cacat mendapat santunan rutin. Anak-anak yatim piatu sekolah gratis hingga setingkat SLTA. Anak-anak kursus bahasa inggris gratis.

Atas prestasinya, desa ini dan Abdul Halim banyak mendapat penghargaan. Di antaranya, Juara I Desa Brillian se-Indonesia oleh Kementerian Desa PDTT (Kemendes) dan BRI.

Abdul Halim sendiri menerima penghargaan Indonesia Leaders Awards 2022 catagory of Most Promissing Leaders Innovation & Performance 2022 oleh Seven Media Asia di tahun 2022 dan Asia Leaders Awards 2023 Category of Visioner Leaders Indonesia di tahun 2023.

Pantas saja bila kemudian Desa Sekapuk terpilih menjadi 1 dari 9 desa yang mewakili Indonesia dalam ASEAN Villages Network (AVN) atau jejaring desa ASEAN. Abdul Halim berbicara dan berbagi pengalaman kepada rekan perwakilan pengelola desa di ASEAN.

“Kalau kami bisa, tentu desa-desa yang lain juga bisa mengubah segala keterbatasan menjadi sebuah pencapaian. Kita harus bangga menjadi orang desa. Membangun desa, sama dengan membangun negara,” pungkasnya. (*/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post