NTB, gerbangdesa.com – Desa Mekarsari merupakan salah satu dari 56 desa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Desa Wisata.
Keunggulan dari desa ini, dikarenakan memiliki potensi sumberdaya alam yang alami yang masih sejuk dan segar. Di sisi lainnya, masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan peternak.
Ada tiga fokus pengembangan wisata dalam konsep Three Sunnah yaitu, Berenang; Memanah; dan Berkuda.
Mengingat wilayah Desa Mekarsari di dominasi oleh lahan pertanian maka pengembangan konsep ini dipadukan dengan pengembangan wisata Agro Pertanian.
Desa Wisata Mekarsari memiliki taman seluas sekitar 65 hektare yang dikelola oleh BUMDes. Bahkan, taman itu telah dibuka pertengahan 2020 dan kini sudah ramai dikunjungi wisatawan.
Fasilitas yang sudah tersedia diantaranya,
1. Kolam yang luas dengan air yang bersih;
2. Sfot selfie yang menarik dengan pemandangan hamparan sawah yang masih alami;
3. Area Panahan yang refresentatif;
4. Parkir yang luas;
5. Musala;
6. Toilet;
7. Area Kuliner dan lainnya.
Daya tariknya adalah pengunjung yang masuk ke areal taman tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, saat menggunakan fasilitas kolam renang dikenakan tarif Rp.5000 dan area panahan sebesar Rp.10 ribu per orang.
Ke depan, Pemerintah Desa Mekarsari akan terus mengembangkan wisata desa dengan Roadmap yang sudah tersedia, selain itu juga menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, antara lain Universitas Al-Azhar Mataram dan Asosiasi Pelaku Wisata Indonesia (ASPPI).
Sementara dari sisi pengelolaan tempat wisata, dengan dikelola oleh BUMDes, maka secara langsung akan berdampak pada optimalnya penerimaan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan angka kunjungan antara 20.000-30.000 wisatawan per bulan. (*)















