GERBANGDESA.COM, Sampit – Solidaritas keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali dibuktikan.
Setelah dua rumah dinas guru di Kecamatan Ketapang ludes dilalap api pada Mei 2026, PGRI menghimpun bantuan dari 14 Pengurus Cabang (PC) PGRI se-Kotim.
Hasilnya, donasi sebesar Rp41.740.000 disalurkan kepada dua guru korban kebakaran pada Sabtu (1/8/2026) di halaman SDN 3 Ketapang.
Ketua PGRI Kotim, Mahbub, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan selama Juni hingga Juli 2026.
Dana yang terkumpul berasal dari solidaritas para guru di seluruh kecamatan, bahkan tidak sedikit yang turut menyumbangkan material bangunan untuk membantu proses pemulihan rumah para korban.
“Dari penggalangan dana gabungan 14 PC PGRI kecamatan terkumpul Rp41.740.000 dan hari ini telah kami salurkan. Tidak hanya berupa uang, ada juga bantuan material dari rekan-rekan guru,” ujarnya.
Mahbub mengungkapkan, dua guru yang menjadi korban kebakaran, yakni Rahmiyati dari SDN 1 Ketapang dan Heni Triani dari SDN 3 Ketapang, kini telah menempati rumah baru masing-masing.
Menurutnya, aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa slogan PGRI tentang solidaritas bukan sekadar semboyan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata.
Terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI di 14 kecamatan yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa. Inilah implementasi nyata semangat solidaritas PGRI,” kata Mahbub yang juga menjabat Kepala Bidang Pembinaan SD pada Disdik Kotim itu.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Kotim bersama Bendahara PGRI Kotim dan disaksikan jajaran pengurus serta para guru.
Momentum itu menjadi simbol kuatnya kebersamaan insan pendidikan dalam membantu sesama yang tengah menghadapi musibah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yolanda Lonita Fenisia, menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan dan PGRI.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud empati yang lahir dari rasa kekeluargaan di lingkungan pendidikan.
“Bantuan ini merupakan donasi dan solidaritas dari keluarga besar Disdik Kotim serta para guru yang tergabung dalam PGRI. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran,” tuturnya.
Aksi gotong royong tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa persaudaraan di kalangan pendidik sekaligus menjadi teladan bahwa musibah dapat dihadapi bersama melalui kepedulian, kebersamaan, dan semangat saling membantu. (fin/fin)















