GERBANGDESA.COM, Sampit – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah SPBU di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga pekan, terutama untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
Antrean panjang terlihat di antaranya di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Jalan HM Arsyad, dan Jalan Tjilik Riwut. Kondisi ini menjadi sorotan karena stok BBM di Kotim disebut masih aman dan tidak mengalami pengurangan.
Ketua DPRD Kotim Rimbun mengatakan pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina, pengelola SPBU, dan stakeholder terkait.
Dalam pertemuan itu, Pertamina memastikan kuota BBM Kotim masih tetap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kuota tetap dan stok dinyatakan cukup. Sampit juga jalur strategis antardaerah,” kata Rimbun, Selasa (15/9/2026).
Menurut Rimbun, persoalan tidak hanya menyangkut stok, tetapi juga pelayanan dan distribusi di SPBU.
DPRD pun mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk mengawasi pelayanan BBM di lapangan.
“Kita bentuk Satgas untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik,” ujarnya.
DPRD juga meminta aparat penegak hukum bertindak apabila ditemukan pelanggaran di sekitar SPBU, termasuk dugaan praktik pihak tertentu yang mengatur antrean.
“Kalau ada pelanggaran, penegak hukum harus bertindak profesional,” tegas Rimbun.
Ia berharap koordinasi lintas pihak segera mengurai antrean sehingga ketersediaan BBM benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang tertib. (hmn/fin)















