GERBANGDESA.COM, Sampit – Suasana tenang di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, berubah menjadi kepanikan.
Kehadiran dua ekor beruang madu—diduga induk dan anak—kian sering terlihat berkeliaran di pemukiman warga.
Keberadaan satwa liar ini membuat penghuni desa diselimuti rasa cemas, terlebih setelah sejumlah ternak unggas milik warga menjadi korban serangan.
Merespons aduan masyarakat yang makin meresahkan, BKSDA Resort Sampit langsung merapat ke lokasi kejadian untuk melakukan verifikasi serta pemetaan titik-titik pergerakan satwa.
Petugas bergerak menyisir lingkungan permukiman guna mengumpulkan data lapangan dan menjaga keselamatan warga setempat.
“Kami melakukan observasi di lapangan. Informasi warga menyebut ada dua ekor beruang, diduga induk dan anak,” terang Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan kesaksian warga, kemunculan satwa ini makin intensif saat musim kemarau atau ketika kebakaran lahan merusak habitat alami mereka.
Terdesaknya ruang hidup memaksa pasangan beruang turun gunung memburu ternak ayam dan itik milik warga, hingga merampas rasa aman masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar rumah.
Sebagai langkah penanganan cepat, BKSDA Resort Sampit mengedukasi warga sekaligus memasang alat evakuasi khusus.
Pemasangan perangkap tersebut dilakukan bersama staf desa dan warga di titik lokasi yang dianggap rawan lintasan satwa.
“Perangkap dipasang berumpan nanas. Kami minta warga tidak mendekat jika beruang muncul dan segera lapor,” pungkasnya. (hmn/fin)















