Lomba Tafsir Bahasa Arab Tanpa Peserta, Bupati Kotim Ingatkan Ancaman di Ajang Provinsi 2025

SAMPIT – Laporan Ketua Panitia MTQ ke-56 dan FSQ tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sufiansyah, menyisakan catatan serius. Dari 23 cabang lomba yang dipertandingkan, cabang tafsir bahasa Arab tercatat nihil peserta dari 17 kecamatan.

Dalam laporannya, Sufiansyah yang juga Camat Baamang, menyebutkan bahwa sebanyak 389 peserta ikut serta dalam gelaran tahun ini. Baamang sendiri kembali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah setelah penantian 14 tahun.

“Semua cabang terisi, kecuali tafsir bahasa Arab yang memang tidak ada pesertanya,” ungkap Sufiansyah saat acara pembukaan, Sabtu malam (27/9/2025).

Menanggapi laporan itu, Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa absennya peserta dalam cabang tafsir bahasa Arab tidak bisa dipandang remeh. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.

“Jangan sampai cabang ini benar-benar hilang dari MTQ Kotim. Kalau dibiarkan, tentu akan berdampak pada MTQ tingkat provinsi yang akan digelar di Barito Utara pada tahun ini,” tegas Halikinnor.

Bupati menekankan pentingnya pembinaan bidang bahasa Arab, yang menjadi ruh dalam memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam.

Ia meminta pondok pesantren agar lebih giat mencetak kader unggulan, serta menginstruksikan para camat, lurah, dan kepala desa untuk ikut berperan dalam mempersiapkan peserta sejak dini.

Selain memberi perhatian pada tantangan tersebut, Halikinnor juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, aparat TNI-Polri, serta masyarakat yang telah menjaga keamanan dan ketertiban sehingga acara dapat berlangsung khidmat dan meriah.

“Terima kasih atas kerja sama semua pihak. Semoga semangat ini terus terjaga, bukan hanya saat MTQ dan FSQ, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (fin/fin)

Related Post