GERBANGDESA.COM, Jakarta – Pemadaman listrik yang terjadi dua kali dalam waktu kurang dari satu bulan di wilayah Jakarta menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab gangguan tersebut.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) guna menelusuri sumber permasalahan pada sistem kelistrikan. Saat ini, tim teknis masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan faktor utama yang memicu pemadaman.
Ia menjelaskan, hasil dari proses tersebut nantinya akan menjadi dasar perbaikan, termasuk kemungkinan penggantian sejumlah peralatan di gardu induk agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemadaman pertama tercatat terjadi pada 9 April 2026 di malam hari, yang berdampak pada sejumlah titik penting, termasuk kawasan stasiun dan ruas jalan utama. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap hingga sistem kembali normal pada malam hari.
Sementara itu, gangguan kedua terjadi pada 23 April 2026 pada pagi hari. Listrik di sebagian wilayah Jakarta sempat terhenti sejak pukul 10.25 WIB. Pemulihan dilakukan secara bertahap, di mana sebagian besar pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik dalam waktu kurang dari dua jam, sementara sisanya pulih pada sore hari.
PLN menyebutkan bahwa sistem kelistrikan Jakarta ditopang oleh puluhan gardu induk, dan beberapa di antaranya sempat mengalami gangguan sehingga memengaruhi distribusi listrik ke pelanggan.
Pihak PLN memastikan akan terus memperkuat sistem kelistrikan guna meningkatkan keandalan layanan ke depan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Di sisi lain, PLN juga menegaskan bahwa pasokan energi primer dalam kondisi aman dan mencukupi. Saat ini, proses penelusuran masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti gangguan, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara optimal.
Dengan adanya investigasi ini, diharapkan sistem kelistrikan di Jakarta dapat semakin andal dan mampu meminimalisir risiko gangguan di masa mendatang. (*/f)















