GERBANGDESA.COM, Palang kaRaya – Arus balik Lebaran 2026 di Kalimantan Tengah diperkirakan berlangsung di tengah ancaman cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga akhir Maret 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, menyebutkan bahwa kondisi cuaca di Kalimantan Tengah umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun, dalam beberapa hari ke depan, terdapat potensi peningkatan intensitas hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pada periode 23–25 Maret 2026, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah selatan Katingan, Kapuas, dan Pulang Pisau. Sementara itu, pada 26–29 Maret 2026, potensi hujan meluas ke hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Palangka Raya. Kondisi ini perlu diwaspadai pemudik, khususnya yang menggunakan jalur darat.
BMKG juga mengingatkan hujan dapat terjadi dalam durasi singkat dengan intensitas tinggi akibat pertumbuhan awan konvektif. Dampaknya berpotensi menimbulkan genangan air, pohon tumbang, serta mengganggu jarak pandang saat berkendara, terutama pada sore hingga malam hari.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir selatan Kalimantan Tengah diminta tetap waspada terhadap kondisi perairan. Meskipun tinggi gelombang laut berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih tergolong rendah, perubahan cuaca yang cepat tetap berisiko bagi aktivitas pelayaran selama arus balik Lebaran.(*/d)















