GERBANGDESA.COM, Sampit – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashamy, kembali menyoroti persoalan kelistrikan yang hingga kini masih membayangi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) III, khususnya Kecamatan Pulau Hanaut.
Menurutnya, persoalan listrik di wilayah tersebut bukanlah isu baru. Sejak 2018, berbagai pertemuan sudah berulang kali dilakukan bersama pihak rayon Sampit hingga UP3R Palangka Raya, namun jawaban yang diterima selalu sebatas janji dan permintaan untuk menunggu koordinasi dengan pusat.
Eddy yang berasal dari Fraksi PAN itu selama ini dikenal sebagai salah satu legislator yang paling konsisten memperjuangkan penyelesaian persoalan listrik di Pulau Hanaut.
Ia menegaskan bahwa berbagai solusi sebenarnya sudah pernah dibahas, mulai dari penyediaan PLTD mandiri, penggantian kabel telanjang menjadi kabel berbungkus, hingga rencana pembangunan jaringan listrik bertegangan tinggi (SUTET) serta pemindahan jalur jaringan ke akses jalan baru dari Cempaga menuju Pulau Hanaut.
Setelah melalui berbagai kajian, akhirnya opsi pembangunan jaringan SUTET melalui wilayah Pulau Lepeh dipilih sebagai solusi jangka panjang.
Pembangunan jaringan tersebut bahkan sudah dimulai dua tahun terakhir. Namun, hingga kini prosesnya belum juga tuntas, sehingga masyarakat Pulau Hanaut masih terus menghadapi gangguan aliran listrik.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada 24 November 2025 di ruang Rapat Paripurna DPRD Kotim bersama PLN dan Perusahaan perkebunan kelapa sawit, Eddy Mashamy mempertanyakan sistem perencanaan yang dijalankan manajemen PLN.
Ia menilai perlu kejelasan apakah proses yang berjalan saat ini benar-benar untuk membantu warga atau justru terkesan mengulur waktu tanpa kepastian penyelesaian.
Selain mempertanyakan perencanaan, Eddy juga meminta PLN memaparkan program konkret terkait perbaikan aliran listrik di wilayah selatan Kotim, khususnya Pulau Hanaut.
Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menunggu kehadiran infrastruktur listrik yang layak dan stabil.
Pada rapat tersebut, Eddy mendesak agar seluruh penjelasan teknis, komitmen, serta tindak lanjut dari PLN terkait dua hal tersebut dicatat secara resmi dalam notulen.
Ia juga meminta agar rapat menghasilkan rekomendasi yang jelas bagi instansi terkait, terutama manajemen PLN, sehingga perbaikan layanan listrik di Pulau Hanaut dapat dipastikan berjalan dengan arah dan target yang tegas. (fin/nrh)














