GERBANGDESA.COM, Sampit – Tes urine dadakan yang digelar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) bersama BNNK Kotim mengejutkan peserta yang hadir dalam sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, Senin (17/11/2025). Dari pemeriksaan itu, lima orang diduga positif mengonsumsi narkoba, terdiri dari tiga kepala desa dan dua aparatur sipil negara (ASN).
Ketua DPRD Kotim, Rimbun, mengonfirmasi temuan tersebut. “Betul, ada lima orang yang terindikasi positif. Ini di luar dugaan kami. Tapi justru di sini terlihat betapa serius persoalan narkoba di lingkungan aparatur,” ujar legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan itu, Rabu (19/11/2025).
Meskipun begitu, Rimbun mengungkapkan bahwa diketahui adanya 5 orang positif tersebut setelah dirinya berkoordinasi dengan Kepala BNNK Kotim, AKBP M. Fadli. Selain itu, dirinya juga tidak mau menyebutkan nama kades dan ASN secara detail yang diduga mengonsumsi narkoba hasil dari tes urine tersebut.
Tes urine digelar mendadak setelah kegiatan sosialisasi selesai. Semua peserta mulai dari camat, kepala desa, ASN Pemkab Kotim hingga staf Sekretariat dewan diwajibkan memberikan sampel.
Menurut Rimbun, langkah itu bertujuan memastikan bahwa aparatur yang menerima edukasi anti-narkoba juga benar-benar bersih dari penyalahgunaan. “Kami ingin lihat komitmen nyata, bukan hanya dengar materi,” tegasnya.
Dari temuan awal tersebut, DPRD Kotim memilih mengedepankan pembinaan ketimbang tindakan represif cepat.
“Kami tidak serta-merta menjatuhkan hukuman. Mereka akan diarahkan mengikuti asesmen dan pembinaan. Yang penting kita tahu dulu tingkat keterlibatan mereka sejauh apa,” kata Rimbun.
Meski begitu, temuan lima aparatur yang diduga positif narkoba ini disebut sebagai alarm keras bagi pemerintah daerah. Rimbun menilai aparatur wajib menjadi contoh bagi masyarakat.
“Kalau perangkat desa dan ASN saja terlibat narkoba, bagaimana kita mau berharap masyarakat bersih? Ini harus jadi peringatan,” ujarnya.
Ia berharap kejadian tersebut menciptakan efek jera sekaligus memperkuat komitmen pemberantasan narkoba di Kotim.
“Saya minta seluruh aparatur daerah lebih disiplin dan menjauhi narkoba. Jangan main-main dengan ini. Kita jaga bersama generasi dan masa depan Kotim,” tutupnya. (fin/nrh)















