SAMPIT, gerbangdesa.com – Selama hampir dua tahun, pandemi membatasi semua aktivitas. Adanya pembatasan tersebut mendorong masyarakat untuk melek digital dan membiasakan diri menggunakan internet terutama sebagai sarana komunikasi. Dengan segala kemudahan dan kecepatan yang ada, adanya internet di tengah masyarakat pedesaan dapat membantu mereka karena dapat menghemat tenaga, waktu dan biaya. Apalagi dengan adanya koneksi internet dan teknologi, semua kebutuhan desa akan terpenuhi dan sedikit demi sedikit kita akan mencapai desa digital.
Apa itu Desa Digital?
Desa digital adalah program yang direncanakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk meminimalkan kesenjangan informasi di pedesaan dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih. Platform desa digital berfokus pada berbagai kebutuhan informasi, layanan, dan keuangan. Pemerintah sangat mendorong desa-desa yang berbeda untuk berkembang menjadi desa digital. Namun, kehadiran internet tidak serta merta menciptakan desa digital, karena beberapa hal harus Anda persiapkan. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan untuk desa digital.
1. Lakukan beberapa sosialisasi
Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting bagi mereka untuk bergerak bersama mewujudkan desa digital. Menyadari pentingnya dan kemudahan Internet dalam pengoperasiannya tentunya akan mendorong keinginan untuk menjadi tech village.
2. Perhatikan tujuan dan kepentingannya
Keberadaan desa digital dapat bermanfaat untuk menghilangkan kesenjangan teknologi di desa. Program ini berdasarkan UU Desa dan Permendagri, sehingga pemerintah daerah setempat direkomendasikan untuk melaksanakannya. Berbagai layanan tersedia dalam satu platform, termasuk sebagai sarana promosi usaha milik masyarakat desa untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Hal itu tentu mempengaruhi citra positif desa tersebut.
3. Membangun infrastruktur
Untuk mewujudkan desa digital yang optimal, pemerintah kota dapat memulai dengan pembangunan infrastruktur. Ini adalah langkah pertama yang sangat penting, seperti halnya membuat jaringan online. Meski tak bisa dipungkiri proses tersebut menghadapi berbagai kendala, karena tidak semua daerah memiliki akses internet yang memadai.
4. Teknologi desa konstruksi
Dalam mengembangkan teknologi desa, misalnya membuat aplikasi atau website resmi desa, bisa dilakukan secara paralel tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur selesai, karena pembangunan bisa dilakukan terlebih dahulu. Aplikasi atau website desa menjadi platform pengelolaan desa yang menawarkan beberapa layanan seperti sistem informasi pembangunan desa, administrasi, manajemen kependudukan, layanan publik, penganggaran dan banyak layanan lainnya. Selain itu, pastikan fungsi-fungsi yang ada mudah diakses sehingga tidak mempersulit masyarakat desa untuk menggunakan dan mengakses platform tersebut.
5. Menawarkan perangkat pintar
Selain sektor teknologi yang dibangun, penting juga memperhatikan perangkat pintar yang digunakan untuk mendukung implementasi desa digital. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa dan dilaksanakan oleh mereka. Jika perlu, cobalah sosialisasi secara rutin hingga masyarakat terbiasa menggunakannya. Jadi ini adalah hal-hal yang harus Anda siapkan untuk pindah ke desa digital. Perlu diingat bahwa pembangunan desa digital harus berkelanjutan dan kerjasama antara perangkat desa dan masyarakat desa sangat penting, agar desa digital yang dibangun terwujud, dikenal dan dimiliki bersama.
Apalah teknologi kalau SDM tidak mendukung, tentu percuma kan? Mari kita ciptakan bersama untuk membuat desa digital! (*/ary)
dilansir dari: berita.upi.edu















