GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong pemerataan layanan kesehatan dengan meresmikan puluhan fasilitas kesehatan baru. Sebanyak 22 unit yang terdiri dari puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) hasil pembangunan tahun anggaran 2025 resmi dioperasikan pada Kamis (23/4/2026).
Peresmian dipusatkan di Puskesmas Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, yang dinilai memiliki peran strategis dalam melayani masyarakat di wilayah seberang Sungai Mentaya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi warga di daerah dengan akses terbatas.
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tersebut telah mengacu pada standar Kementerian Kesehatan. Dengan sarana yang lebih memadai, kualitas pelayanan kepada masyarakat diharapkan meningkat secara signifikan.
Menurutnya, puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam memperkuat sistem kesehatan di tingkat kecamatan hingga desa.
Namun, tantangan geografis masih menjadi kendala, khususnya di wilayah Seranau yang sebagian besar aksesnya masih mengandalkan jalur transportasi air. Meski tersedia jalur darat, kondisinya belum sepenuhnya optimal.
Pemerintah daerah pun berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi untuk peningkatan infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan jembatan, guna mempermudah akses layanan kesehatan.
Selain itu, ketersediaan sarana transportasi rujukan juga dinilai penting agar pasien dapat dengan cepat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menjelaskan bahwa total fasilitas yang diresmikan meliputi empat puskesmas dan 18 pustu yang tersebar di berbagai kecamatan.
Ia juga menambahkan bahwa fasilitas tersebut mendukung penerapan sistem layanan kesehatan berbasis klaster yang kini mulai diterapkan. Dengan sistem ini, pelayanan diharapkan menjadi lebih terintegrasi dan efisien.
Melalui penguatan infrastruktur kesehatan ini, pemerintah daerah optimistis pelayanan kesehatan dapat semakin merata dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. (*/f)
Sumber RADAR SAMPIT














