GERBANGDESA.COM, Sampit – Kondisi bangunan SDN 5 Tanah Putih di Dusun Runting Tada, Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, memerlukan perhatian pemerintah. Hal tersebut terungkap setelah anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Komunitas Peduli Kotim (KPK), Kherly dan Maspur, melakukan kunjungan ke sekolah tersebut pada Kamis, 6 November 2025.
Bangunan sekolah yang berdiri sekitar tahun 2000 itu diketahui belum pernah mengalami rehabilitasi berarti. Beberapa plafon ruang kelas tampak mengalami kerusakan dan sebagian material sudah tampak rapuh. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Selain itu, ruang kelas yang tersedia hanya tiga unit. Salah satu ruang bahkan harus digunakan untuk dua kelas secara bersamaan. Keterbatasan tenaga pendidik juga menjadi kendala lain yang dihadapi sekolah tersebut. Sementara rumah dinas guru dilaporkan dalam kondisi tidak layak huni.
“Sekolah ini membutuhkan perhatian agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan aman,” kata anggota KPK, Kherly, saat dihubungi usai kunjungan.
Menurut informasi, sekolah tersebut berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Sampit. Meski tidak terlalu jauh dari wilayah perkotaan, fasilitas dan kondisi bangunan sekolah masih belum memadai.
Pihak Komunitas Peduli Kotim berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan peninjauan langsung dan menindaklanjuti kondisi tersebut. Upaya perbaikan dinilai penting untuk mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedesaan.
“Kami berharap ada langkah responsif dari pemerintah daerah, baik terkait perbaikan fisik sekolah maupun pemenuhan tenaga pendidik,” ujar Maspur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur terkait rencana penanganan kondisi sekolah tersebut. (fin/fin)















