GERBANG DESA – Bantuan kemanusian terhadap korban banjir yang tersebar di wilayah Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), masih terus berdatangan.
Sebelumnya dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit dan mahasiswa dari Universitas Palangka Raya. Kali ini giliran dari Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kotim berkolaborasi dengan tim pengawal Harati, komunitas Jeep Sampit dan komunitas trail.
Mereka telah menyalurkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 300 sak yang diserahkan untuk masyarakat yang terdampak banjir dan tinggal di tiga desa yakni, Hanjalipan, Pamalian, dan Rasau Tumbuh. Penyerahan secara simbolis di kediaman kepala desa hanjalipan.
“Tujuan kedatangan kami adalah peduli, kami dari tim penggerak PKK kolaborasi dengan komunitas Jeep Sampit, Komunitas Trail dan Tim pengawal Harati menyalurkan sembako, kami harapkan jangan dilihat dari barang yang kami berikan, tapi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap korban banjir baik masyarakat yang di desa hanjalipan, pamalian dan rasau tumbuh,” ucap Ketua TP-PKK Kotim Hj Khairiah ketika berada di desa hanjalipan beserta rombongan.
Khairiah mengaku sangat prihatin atas musibah yang terjadi di tiga desa tersebut karena aktivitas warga terganggu. Bahkan, dirinya menugaskan terutama kepala dinas kesehatan agar aktif berkomunikasi dengan pihak kecamatan maupun kepala desa.
“Pasca banjir ini biasanya penyakit seperti gatal-gatal dan diare akan menyerang masyarakat yang terdampak banjir, saya sarankan kepada pihak kecamatan maupun kepala desa segera melaporkan ke dinas kesehatan jika ada masyarakat mengalami diare dan gatal-gatal,” ujarnya.
![]() |
| Ketua Tim Penggerak PKK Kotim dan Camat Kota Besi menyerahkan bansos secara simbolis yang diterima langsung tiga kepala desa bertempat di kediaman kepala desa hanjalipan. |
Camat Kota Besi Gusti Mukafi mengucapkan terima kasih terutama kepada Tim Penggerak PKK kabupaten, komunitas Jeep Sampit, komunitas trail dan tim pengawal Harati atas bantuan sosial berupa beras sebanyak 300 sak lebih yang diserahkan untuk masyarakat di tiga desa.
“Ini bantuan yang kesekian kalinya, sebelumnya juga ada bantuan dari beberapa perusahaan yang operasional di wilayah kecamatan kota besi, mahasiswa Universitas Palangka Raya maupun BPBD Kotim, mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban warga masyarakat kami yang ada di tiga desa ini,” ucapnya.
Mantan Pelaksana tugas (Plt) Camat Baamang ini juga melaporkan bahwa debit air terutama di desa hanjalipan terus merangkak naik dikarenakan di desa tersebut terdapat dua aliran sungai yakni sungai mentaya dan sungai kuala.
Dia menilai bahwa dua aliran sungai itulah menjadi sumber banjir ketika musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi dan diimbangi air sungai pasang yang kerap terjadi terutama paling parah di desa hanjalipan.
Sementara itu, Kepala Desa Hanjalipan Sapransyah menyampaikan bahwa banjir yang menerjang wilayahnya sudah satu bulan terhitung sejak 5 September 2022. Ketinggian air ketika surut bertahan hanya 1,5 meter dan ketika debit air naik bisa mencapai 2 meter lebih yang bisa menenggelam ratusan rumah penduduk.
“Banjir yang menerjang desa kami ini seperti tahun-tahun sebelumnya kami rasakan bisa sampai tiga bulan, tahun ini diperkirakan hingga awal tahun depan air sudah mulai benar-benar surut dan infrastruktur jalan sudah bisa dimanfaatkan kembali dengan baik,” kata Sapransyah. (gd-min)

















