GERBANGDESA.COM, Semarang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah terus diperluas dengan menyasar kelompok rentan sebagai upaya menekan angka stunting. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 93 ribu ibu hamil, 204 ribu ibu menyusui, serta ratusan ribu balita yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak masa kehamilan. Dengan pemenuhan gizi yang optimal, diharapkan risiko stunting dapat ditekan sejak dini, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi mendatang.
Sekretaris Tim Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa distribusi makanan bergizi untuk ibu hamil dan menyusui telah berjalan sejak akhir 2025. Program ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan protein dan nutrisi harian yang penting bagi kesehatan ibu dan janin.
Ia menambahkan, komposisi menu untuk ibu hamil disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing, berbeda dengan menu untuk anak sekolah. Meski demikian, distribusi bantuan tetap dilakukan secara rutin lima hari dalam sepekan guna memastikan asupan gizi terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain itu, sistem pendataan penerima manfaat dilakukan secara dinamis. Setiap ibu yang baru terdata hamil akan langsung dimasukkan ke dalam program, sehingga seluruh sasaran dapat memperoleh layanan yang sama tanpa terkecuali.
Untuk mendukung kelancaran program, sebanyak 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh wilayah Jawa Tengah. Pemerintah juga terus melakukan evaluasi berkala serta melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial, agar pelaksanaan MBG tetap optimal dan berkelanjutan.(*/d)















