GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali merombak jajaran pejabat tinggi pratama. Tiga kursi strategis digeser, salah satunya Kepala Dinas Pendidikan. Pergeseran ini disebut sebagai langkah memperkuat efektivitas birokrasi di tengah rasionalisasi anggaran yang makin ketat.
Kadisdik Kotim M. Irfansyah resmi dipindah untuk memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sementara posisi sebelumnya diisi Wiyono, yang sebelumnya menjabat Kadispora.
Adapun Kepala Disdukcapil, Agus Tripurna Tangkasiang, kini dipercaya menakhodai Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Sedangkan Kadisdik Kotim dipimpin Sekretaris sebagai Pelaksana tugas, Yolanda.
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa tiga kepala dinas tersebut telah resmi dilantik dan diharapkan segera tancap gas.
“Kita melantik tiga jabatan tinggi pratama: Kepala Disdukcapil, Kepala Disdik, dan Kadispora,” ujarnya kepada awak media usai pelantikan di Aula Anggrek lantai II Setda Kotim, Jumat (14/11/2025).
Ia mengungkapkan pelantikan ini sebenarnya rangkaian dari mutasi akhir Oktober lalu. Hanya saja, khusus Disdukcapil, prosesnya sempat tersendat karena harus menunggu izin resmi dari Menteri Dalam Negeri.
“SK Mendagri baru keluar beberapa hari yang lalu, sehingga baru bisa kita laksanakan hari ini,” tegas Halikin.
Bupati menekankan bahwa rotasi pejabat bukan sekadar penyegaran, melainkan kebutuhan untuk mempercepat pembangunan daerah.
Ia berharap pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan performa yang lebih progresif dibanding sebelumnya.
“Ini sudah yang ketiga kalinya kita melantik pejabat. Saya ingin kinerja pemerintah daerah meningkat, tidak boleh stagnan,” katanya.
Dalam kondisi anggaran yang dirasionalisasi dan kekurangan SDM, Bupati menuntut para pejabat melakukan lompatan kinerja melalui kreativitas dan strategi yang tepat.
“Pegawainya kurang, uangnya tidak cukup, tapi target harus bisa dicapai. Itu hanya bisa dilakukan dengan inovasi,” tegasnya.
Ia meminta para kepala dinas yang baru menempati posisi strategis agar segera mengidentifikasi persoalan, menyusun langkah cepat, dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal meski dalam tekanan anggaran. ((fin/fin)















