GERBANGDESA.COM, Barito kuala – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali diwarnai kecelakaan udara. Setelah insiden jatuhnya helikopter MI-17 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, sebuah helikopter yang tengah menjalankan misi water bombing dilaporkan terhempas ke perairan Sungai Barito, tepatnya di Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) siang. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Informasi awal kecelakaan diterima jejaring relawan sekitar pukul 12.21 WITA. Detik-detik insiden bahkan sempat direkam warga dan menyebar melalui media sosial.
Berdasarkan informasi sementara, helikopter tersebut diduga berjenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225 dengan nomor registrasi VH-HGM.
Pesawat itu diketahui digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla melalui metode pengeboman air dari udara.
Kabar yang beredar menyebutkan sejumlah orang di dalam helikopter diduga berhasil menyelamatkan diri. Namun, satu orang lainnya dilaporkan masih tertahan di dalam kabin akibat diduga terjerat sabuk pengaman.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi menjadi perhatian utama, sementara warga dan relawan menantikan perkembangan informasi mengenai keselamatan seluruh awak maupun penumpang.
Hingga berita ini disusun, identitas pilot dan awak, jumlah pasti orang di dalam helikopter, serta kondisi korban yang diduga masih terjebak belum mendapat konfirmasi resmi.
Penyebab kecelakaan juga belum diketahui dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (sgt/fin)















