Pabrik Gula Dibangun di Desa Lampuyang Teluk Sampit, Benarkah?

gerbangdesa.com

Gerbang Desa– Perusahaan yang bergerak di bidang tanaman tebu kabarnya akan membangun pabrik gula di wilayah Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Hingga kini, lokasi pembangunan pabrik yang sebenarnya masih tanda tanya?.

Pabrik gula itu di bawah bendera PT Hermes Sugar Indonesia yang merupakan investor asal New Delhi atau India. Pada tahun 2019 sudah melakukan ujicoba penanaman tebu seluas 8 hektare. Selama kurang lebih 8 sampai 9 bulan, ternyata tanaman itu tumbuh subur dan dianggap cocok ditanam di lahan bergambut.

Untuk memperluas lahan bagi PT Hermes Sugar Indonesia tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Sebab, lahan yang ada di wilayah Kecamatan Teluk Sampit hingga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, ada yang masuk kawasan HP (hutan produksi), HPK (hutan produksi konversi) dan sebagian kecil sudah kawasan APL (area pengguna lain).

Hal ini tentunya akan jadi tantangan tersendiri bagi pihak perusahaan yang rencananya ingin menanam tebu dengan luasan lahan yang diperlukan di atas 10.000 hektare termasuk untuk pembangunan pabrik gula.

Lalu bagaimana upaya yang dilakukan PT Hermes Sugar Indonesia agar rencana ‘raksasa’ itu bisa terwujud?. Alasannya, tanaman tebu selain sangat cocok di lahan gambut, limbah tebu juga bisa dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik berkapasitas 22 MW.

Salah satu misi yang sudah dijalankan yakni, memprogramkan kemitraan dengan masyarakat yang tersebar di Kecamatan Teluk Sampit dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Selain itu, PT Hermes Sugar Indonesia telah membangun kemitraan dengan Koperasi Mekar Tambun Bungai Mandiri sebagai ujung tombak perusahaan. Bahkan, kepengurusan koperasi ini sudah dikukuhkan pada Kamis, 24 Februari 2022 di gedung Serbaguna Sampit.

Yang dianggap sangat membanggakan pada saat pengukuhan kemitraan, Mr. Parekat Vynan Shivanand yang merupakan CEO PT Hermes Sugar Indonesia hadir dan secara langsung telah mengukuhkan kepengurusan Koperasi Mekar Tambun Bungai Mandiri.

Dalam sambutannya berbahasa Indonesia, Mr. Shivanand menyampaikan bahwa apabila sukses pihaknya akan membangun tidak hanya satu pabrik gula bahkan 3 pabrik secara bertahap. Rinciannya, tahun pertama paling lambat 2023, kemudian dilanjutkan tahun 2026 hingga tahun 2029.

Akan tetapi, pembangunan pabrik gula untuk tahap selanjutnya itu dibangun apabila hasil produksi mencapai 7.000 ton. sedangkan untuk awal penanaman tebu lahan yang dianggap sudah siap tanam sekitar 18.500 hektare.

Mengingat lahan untuk menanam tebu yang disiapkan begitu luas, tentunya akan menyerap tenaga kerja lokal yang cukup banyak. Estimasinya, 5.000 hektare akan memerlukan tenaga kerja sekitar 3.000 pekerja.

Apabila rencana tersebut terlaksana dan berjalan dengan mulus, tentunya masyarakat yang ada di Kecamatan Teluk Sampit dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tarap hidupnya akan makmur dan sejahtera, karena mereka bisa menikmati hasil yang begitu besar dari program kemitraan yang sudah dicanangkan.

Sebagai catatan, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor dengan adanya investor asing yang akan membangun pabrik gula di wilayah selatan menyatakan, sangat merespon baik, karena tanaman tebu dianggap salah satu untuk ketahanan pangan. Disamping itu, perusahaan akan merekrut ribuan pekerja lokal.

Terkait lokasi pembangunan pabrik gula, menurut informasi yang berkembang akan dibangun di Desa Lampuyang. Alasannya, di Desa Lampuyang tepatnya di Dusun Seranggas terdapat lahan perbukitan untuk menghindari banjir.

Mengingat pabrik gula yang dijanjikan PT Hermes Sugar Indonesia akan dibangun tidak hanya satu pabrik, kedepannya pembangunan diperkirakan di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post