GERBANGDESA.COM, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor kembali melontarkan janji besar. Pemerintah daerah, kata dia, akan membangun gedung multiguna berkapasitas 5.000 hingga 7.000 orang sebagai solusi atas carut-marut lokasi kegiatan publik yang selama ini bergantung pada taman kota dan lapangan terbuka.
Gedung multiguna tersebut direncanakan berdiri di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di kawasan dekat Bundaran Balanga, sekitar 100 meter dari akses utama.
Pemkab Kotim mengklaim telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4 hektare untuk proyek yang disebut-sebut sebagai prioritas mendesak itu.
Halikinnor menegaskan, pembangunan gedung ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya pemecahan masalah yang selama bertahun-tahun membebani anggaran daerah.
Menurutnya, setiap kegiatan besar selalu menyedot biaya karena harus menggunakan fasilitas sementara yang tidak dirancang khusus untuk acara skala besar.
“Yang mendesak kita programkan tahun 2027 adalah gedung multiguna, sekaligus tempat sirkuit atau balapan motor untuk anak-anak muda,” ujar Halikin usai upacara Hari Jadi Kotim ke-73 di Stadion 29 November Sampit, Rabu 7 Januari 2026.
Langkah ini ia sebut sebagai langkah memberi ruang berekspresi sekaligus menata kegiatan agar tidak lagi semrawut.
Bupati dua periode itu juga memastikan Stadion 29 November Sampit tidak lagi dipakai untuk kegiatan non-olahraga.
Stadion kebanggaan daerah tersebut, menurut Halikin, akan difokuskan murni sebagai fasilitas olahraga, tanpa dibebani agenda seremonial, expo, maupun upacara massal.
Untuk menghindari kemacetan dan gangguan aktivitas warga, kawasan gedung multiguna nantinya dirancang memiliki dua akses jalan keluar-masuk.
Dengan begitu, kegiatan besar seperti upacara, pameran, hingga acara hiburan tidak lagi mengganggu pusat kota.
“Di sana nanti mau acara apa pun, upacara, expo, semua bisa dilakukan tanpa mengganggu,” tegas Bupati Halikin.
Seraya menambahkan bahwa konsep kawasan ini memang disiapkan khusus untuk kegiatan massal.
Kini, publik menunggu lebih dari sekadar wacana. Janji pembangunan gedung multiguna ini akan diuji pada realisasi anggaran dan ketegasan eksekusi, bukan hanya menjadi daftar panjang proyek yang berhenti di meja perencanaan. (fin/fin)















