Forisni Aprilista dari Kalimantan Tengah dan Amrina Habibi dari Aceh bawa suara perempuan Indonesia ke forum internasional, fokus pada perlindungan perempuan dan anak.
SEOUL – Dua srikandi Indonesia, Forisni Aprilista dan Amrina Habibi, mengambil langkah bersejarah dalam upaya memperjuangkan perdamaian perempuan dan anak di tingkat internasional. Keduanya berkomitmen menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan International Women’s Peace Group (IWPG) di Korea Selatan, Kamis (18/9/2025).
Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari agenda besar IWPG untuk memperkuat jaringan global perempuan dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan. Rangkaian kerja sama ini akan dilanjutkan pada 22 September 2025, ketika Lentera Kartini, LSM yang dipimpin Forisni Aprilista secara resmi menandatangani MoU dengan IWPG, langsung bersama Chairwoman IWPG.
Forisni Aprilista, pendiri sekaligus pemimpin Lentera Kartini di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara.
“Perempuan dan anak sering menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi konflik. Dengan dukungan IWPG, kami ingin membawa program perlindungan yang lebih kuat, sekaligus membangun solidaritas global,” kata Forisni Aprilista.
Sementara itu, Amrina Habibi, tokoh perempuan asal Aceh yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Aceh, juga dikenal sebagai pendiri Balai Syura Ureung Inong Aceh, sebuah wadah perjuangan perempuan Aceh pasca-konflik.
“Keterlibatan perempuan dalam menjaga perdamaian adalah kunci. Melalui kerja sama ini, kita berharap suara perempuan Indonesia dapat lebih didengar di dunia internasional,” ujar Amrina Habibi.
Kehadiran Forisni dan Amrina dalam forum internasional ini menegaskan bahwa suara perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam upaya menciptakan dunia yang lebih damai dan ramah bagi perempuan serta anak.
Rombongan delegasi Indonesia dalam kegiatan ini berjumlah 10 perempuan dari berbagai daerah, membawa semangat persatuan, kepedulian, dan harapan agar kerja sama internasional mampu memberikan dampak nyata di tingkat lokal.
Kerja sama dengan IWPG diharapkan bukan hanya menjadi simbol komitmen, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata dalam bidang advokasi, edukasi, hingga program perlindungan perempuan dan anak di Indonesia maupun dunia. (fin/fin)















