GERBANGDESA.COM, Sampit – Wakil rakyat Dapil III Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashamy, mengungkap berbagai kendala serius dalam jaringan listrik di Kecamatan Pulau Hanaut yang hingga kini belum tertangani secara optimal.
Hal itu disampaikannya saat rapat bersama PLN Regional Palangkaraya dan Pangkalan Bun di Gedung B Setda Kotim, Selasa (7/4/2026).
Eddy menyebut, persoalan utama terletak pada kondisi jaringan yang masih menggunakan kabel terbuka, sehingga sangat rentan terhadap gangguan.
Hewan seperti monyet dan tupai, hingga ranting pohon yang menyentuh kabel, kerap menjadi penyebab padamnya listrik.
“Jaringannya masih terbuka, sangat mudah terganggu. Ini yang membuat listrik di Hanaut sering mati,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti kondisi tegangan listrik yang tidak stabil dan sering naik turun secara tiba-tiba.
Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga merusak peralatan elektronik, termasuk komputer yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.
“Tegangan yang tidak stabil ini berbahaya, terutama bagi sekolah yang membutuhkan listrik untuk kegiatan belajar,” ujarnya.
Kendala lain yang tak kalah serius adalah sulitnya akses menuju jaringan listrik. Jalur dari arah Seranau ke Pulau Hanaut tidak memiliki badan jalan yang memadai, bahkan sebagian sudah tertutup hutan.
Hal ini membuat petugas PLN kesulitan melakukan pengawasan dan perbaikan saat terjadi gangguan.
“Kalau terjadi pemadaman malam hari, perbaikannya bisa memakan waktu hingga satu hari, bahkan lebih,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan personel dan peralatan yang dimiliki petugas di lapangan, sehingga penanganan gangguan tidak bisa dilakukan secara cepat.
Kondisi tersebut dinilai memperparah pelayanan listrik yang sudah sejak lama dikeluhkan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal jaringan, tapi juga kesiapan sumber daya yang harus ditingkatkan,” kata politikus PAN itu.
Untuk itu, Eddy mendorong adanya pembenahan menyeluruh, mulai dari penggantian kabel terbuka menjadi kabel berbungkus, hingga pembangunan jaringan baru melalui jalur strategis seperti Bagendang-Pulau Lepeh-Desa Hanaut.
Mantan Camat Pulau Hanaut ini juga menilai opsi penggunaan tower penyeberangan listrik sebagai solusi yang perlu dipercepat.
“Masalahnya sudah jelas, tinggal bagaimana keseriusan untuk memperbaiki. Masyarakat Hanaut tidak boleh terus dibiarkan dengan listrik yang tidak layak,” pungkasnya. (fin/fin)














