GERBANGDESA.COM, Sampit – Persoalan air bersih hingga pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat melakukan audiensi dengan Bupati Kotim H. Halikinnor, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, PAN Kotim menyoroti keluhan masyarakat terkait kualitas air PDAM yang terasa asin di sejumlah wilayah Sampit dan meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan berkelanjutan.
Ketua DPD PAN Kotim, Abdul Hafid, mengusulkan penyusunan Masterplan Ketahanan Air Bersih Kabupaten Kotawaringin Timur 2027–2035 sebagai pedoman kebijakan jangka panjang.
Perencanaan itu diharapkan mencakup diversifikasi sumber air baku, pembangunan dan optimalisasi reservoir, penguatan jaringan distribusi, serta kajian penerapan teknologi pengolahan air Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO).
Menurutnya, ketersediaan air bersih yang layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dalam prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, PAN Kotim mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan kemitraan dengan Anggota DPR RI Komisi V Muhammad Syauqie guna memperjuangkan program pembangunan dari pemerintah pusat.
Sejumlah program yang dinilai berpeluang diusulkan meliputi Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Instruksi Jalan Daerah (IJD), Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), PAMSIMAS, serta program penyediaan air bersih melalui Kementerian Desa.
Untuk mendukung upaya tersebut, PAN Kotim mendorong pemerintah kabupaten menyiapkan daftar usulan prioritas pembangunan tahun anggaran 2027.
Persiapan itu meliputi pendataan desa sasaran, kelengkapan administrasi, kesiapan lahan, hingga proposal teknis.
Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat, dan anggota DPR RI dinilai menjadi bagian penting dalam memperjuangkan realisasi berbagai program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat Kotim. (fin/fin)














