GERBANGDESA.COM, Sampit – Turunnya hujan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mendorong sejumlah sekolah melakukan penyesuaian metode pembelajaran.
Meski demikian, belum seluruh satuan pendidikan kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), karena keputusan tersebut harus mempertimbangkan kondisi masing-masing lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan bahwa beberapa sekolah sudah mulai menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan situasi terkini.
Namun, pelaksanaan pembelajaran tetap harus berpedoman pada surat edaran yang telah diterbitkan pemerintah daerah.
Menurutnya, kewenangan menentukan apakah sekolah menerapkan belajar dari rumah (BDR) atau tatap muka berada di tangan masing-masing kepala satuan pendidikan.
“Penyesuaian dengan kondisi saat ini sudah mulai dilakukan oleh beberapa sekolah. Hanya saja, tetap mengacu pada surat edaran yang telah dikeluarkan pemerintah daerah,” ujar Yolanda, Jumat (30/10/2026).
Disdik Kotim berharap sekolah yang kondisinya sudah memungkinkan dapat kembali melaksanakan pembelajaran secara langsung agar siswa bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Sementara itu, berdasarkan data dasbor Disdik Kotim, sekitar 400 satuan pendidikan masih tercatat menjalankan BDR.
Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini lantaran sejumlah sekolah telah kembali menggelar PTM, tetapi belum memperbarui data.
“Kalau memang kondisinya sangat memungkinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, kami berharap proses pembelajaran bisa kembali dilaksanakan secara tatap muka,” pungkasnya. (hmn/fin)















