GERBANGDESA.COM, Sampit – Uang yang sekilas tampak seperti rupiah asli ternyata tidak selalu lolos pemeriksaan. Hal ini dialami seorang pemilik toko bangunan di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Sebanyak empat lembar uang dengan total nominal Rp300 ribu, terdiri dari dua lembar pecahan Rp100 ribu dan dua lembar Rp50 ribu, diketahui tidak lolos pemeriksaan mesin pendeteksi saat disetorkan ke salah satu bank di Sampit.
Uang tersebut sebelumnya telah diterima dalam transaksi jual beli dan bercampur dengan hasil penjualan toko.
Pemilik toko, Ijal, mengaku tidak menaruh kecurigaan ketika menerima uang dari pembeli karena secara kasatmata tampilannya menyerupai uang asli.
Ia baru mengetahui adanya kejanggalan setelah pihak bank melakukan pemeriksaan menggunakan mesin pendeteksi.
“Saat menerima pembayaran, saya tidak menyadari ada uang yang mencurigakan. Kalau dilihat sekilas memang hampir sama dengan uang asli,” ungkap Ijal, Senin (2/11/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa toko sebenarnya telah memiliki alat pendeteksi uang, tetapi belum digunakan secara maksimal.
“Ke depan, setiap pembayaran harus lebih diperhatikan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya. (sgt/fin)















