GERBANGDESA.COM, Sampit – Duka mendalam menyelimuti keluarga ADP, bocah berusia tujuh tahun yang dilaporkan hanyut saat bermain di aliran sungai Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Setelah dilakukan pencarian selama sekitar lima jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa tragis tersebut bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ADP berada di sungai bersama seorang anak lainnya, RBP (9). Diduga terbawa arus, korban semakin menjauh dari lokasi awal hingga akhirnya tidak terlihat.
Kejadian tersebut diketahui setelah seorang saksi berinisial MF melihat kondisi korban dari arah jendela rumah dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Polsek Antang Kalang bersama unsur terkait dan masyarakat.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.
Pencarian dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan kondisi arus serta kemungkinan lokasi korban terbawa aliran air.
“Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih lima jam, korban akhirnya berhasil ditemukan. Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Plt Kasi Humas Polres Kotim IPTU Edi Walujo mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat, khususnya orang tua yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan perairan.
Kepolisian mengimbau agar anak-anak tidak dibiarkan berenang atau bermain di sungai tanpa pendampingan orang dewasa, mengingat kedalaman dan arus sungai dapat berubah sewaktu-waktu serta berpotensi membahayakan keselamatan. (sgt/fin)














