GERBANGDESA.COM, KENDAL – Puluhan warga Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, melakukan aksi protes atas ketidakpuasan pembangunan desa wisata karena dianggap molor.
Massa bergerak langsung mendatangi kantor desa setempat sambil membawa poster bertuliskan kalimat-kalimat protes. Seperti Kami Sudah Bosan di PHP, Ngomong Tok Ora Ono Bukti, Pengelolaan Dana Desa Sama Dengan Beristri Dua Tidak Pernah Transparan, Kembalikan Aset Desa yang Dijual, 3 Taun Wae Koyo Ngene !!! Kok Njaluk 9 Taun, dan sebagainya.
Hermanto, seorang warga desa setempat menuturkan, para warga ini tidak puas atas molornya pembangunan desa wisata senilai Rp140 juta. Sebab, menurutnya, hingga saat ini proses pembangunan belum selesai.
“Harusnya selesai Juni lalu. Lah ini molornya sangat lama. Kami tidak puas karena Pemdes kerjanya sangat lamban,” ucapnya yang dikutip dari radarsemarang.id, Jumat 29 September 2023.
Dia menilai, pemerintah desa tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa. Baik yang bersumber dari dana desa maupun sumber lainnya. Dia menduga, ada anggaran desa tahun 2023 yang digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Pembangunan desa terkesan asal-asalan pengerjaannya dan kurang bermanfaat. Dan pembangunannya juga minim melibatkan masyarakat,” ungkapnya.
Kendati begitu, aksi protes warga ini diterima baik oleh Pemdes Sendang Sikucing. Hingga akhirnya saran dan masukan warga menjadi PR yang harus dibenahi untuk kemajuan desa itu sendiri.
Sementara itu, Kepala Desa Sendang Sikucing Harsoyo Budi Utomo berjanji segera memenuhi tuntutan dan keinginan warganya. Aspirasi ini menjadi PR untuk pemerintah desa dalam merampungkan pembangunan.
Dia berkilah, pembangunan desa wisata ini belum selesai. Karenanya, dia berjanji kepada warga akan merampungkan pembangunan di tahun ini.
“Pembangunan desa wisata tidak mangkrak, cuma belum selesai. Saya akan merampungkan dan bertanggungjawab. Insya Allah bisa rampung tahun ini,” pungkasnya. (*/2d)















